SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Harga emas di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali mengalami lonjakan dan masih bertahan pada level tinggi. Jika dibandingkan ntara 3 Januari 2026 dan 3 Februari 2026, harga emas tercatat meningkat cukup signifikan, dengan kenaikan rata-rata mencapai Rp30 ribu per gram.
Pemilik Toko Mas Mitra Baru Juliana Sari mengatakan, hampir seluruh jenis dan kadar emas mengalami kenaikan harga pada 3 Februari 2026.
“Rata-rata sekitar Rp30 ribu per gram dibandingkan hari sebelumnya,” ujar Juliana, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, emas murni kadar 999 pada 3 Februari 2026 dipasarkan di kisaran Rp2.630.000 per gram, naik cukup tajam dibandingkan 3 Januari 2026 yang masih berada di angka sekitar Rp2.340.000 per gram. Sementara itu, emas jenis HK kini menyentuh Rp2.730.000 per gram.
Untuk emas kadar 750 atau 17 karat, harga pada 3 Februari 2026 tercatat sekitar Rp2.220.000 per gram, naik dari posisi 3 Januari 2026 yang masih berada di kisaran Rp2 juta per gram. Emas kadar 700 atau 16 karat juga mengalami kenaikan menjadi Rp2.090.000 per gram, dari sebelumnya sekitar Rp1.800.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada emas kadar menengah. Emas kadar 420 pada 3 Februari 2026 dijual sekitar Rp1.310.000 per gram, sementara kadar 375 berada di kisaran Rp1.220.000 per gram. Padahal, pada 3 Januari 2026, masing-masing masih berada di angka Rp1.190.000 dan Rp1.080.000 per gram.
Selain perhiasan, harga emas batangan juga menunjukkan tren kenaikan. Juliana mengungkapkan, emas batangan Antam pada 3 Februari 2026 telah menembus Rp3.300.000 per gram, naik dari Rp2.970.000 per gram pada 3 Januari 2026. Sementara emas batangan UBS dan EmasKu masing-masing berada di kisaran Rp2.950.000 per gram, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp2.600.000 per gram.
“Untuk emas lokal saat ini berada di angka Rp2.660.000 per gram. Kenaikan ini biasanya mengikuti pergerakan harga emas global,” jelasnya.
Menurut Juliana, meski harga emas terus mengalami kenaikan, minat masyarakat masih tergolong tinggi. Emas masih dianggap sebagai investasi jangka panjang yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Minat masyarakat masih ada. Kadang di tanggal muda itu ramai sekali. Apalagi biasanya bulan puasa, ramai,” katanya.
Menurutnya, sebagian masyarakat datang untuk membeli, sementara lainnya hanya memantau pergerakan harga emas sebagai pertimbangan investasi jangka panjang, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama