PALANGKA RAYAradarsampitjawapos.com- Seekor ular Sanca Batik (Malayopython reticulatus) berukuran dewasa membuat panik seorang warga kawasan Jalan Menteng 25, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya. Ular sepanjang sekitar 2,5 meter itu berhasil dievakuasi tim Divisi Animal Rescue Emergency Response (ERP) Palangka Raya, Senin malam (2/2/2026).
Evakuasi dilakukan setelah ERP menerima laporan dari seorang warga bernama Andreas Batarung melalui Call Center ERP pada pukul 19.12 WIB. Pemilik rumah melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di bagian struktur atas bangunan rumahnya.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular dengan lilitan kuat tersebut tengah melingkar di sela-sela rangka kanopi baja ringan. Posisi ular yang berada di ketinggian serta ruang gerak yang sempit membuat proses evakuasi membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus agar tidak membahayakan personel maupun satwa.
ERP juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat. Warga Palangka Raya yang membutuhkan layanan evakuasi atau penanganan kondisi darurat dapat menghubungi layanan cepat ERP di nomor 0852-5287-7781 atau 0838-3628-3911.
Kepala Bagian Operasi ERP Palangka Raya, Yustinus Exaudi, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan satwa liar.
“Benar, kita tangani dan tim bergerak secara taktis untuk meminimalkan stres pada satwa. Evakuasi berhasil dilakukan dalam waktu singkat dengan status zero accident,” ujar Yustinus.
Setelah berhasil diamankan, ular tersebut selanjutnya akan direlokasi ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan permukiman warga. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
Pihak ERP menegaskan bahwa kemunculan Sanca Batik di lingkungan permukiman umumnya dipicu oleh ketersediaan sumber makanan, seperti hewan ternak kecil, atau adanya tempat berlindung yang lembap dan aman.
Sebagai upaya mitigasi, ERP mengimbau masyarakat untuk memperketat sistem pengamanan lingkungan, terutama dengan memasang kawat ram halus pada kandang hewan peliharaan agar tidak memancing insting berburu predator.
”Ingat jangan sembarangan dalam penanganan ular, dan jangan lupa juga menjaga lingkungan,”tandas Yustinus.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama