Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

RSUD dr Murjani Sampit Dukung Pendirian RS Swasta di Kotim. Persiapkan Buka Pelayanan Jantung di 2026

Heny Pusnita • Selasa, 27 Januari 2026 | 07:00 WIB
Antrean pasien berobat di RSUD dr Murjani Sampit
Antrean pasien berobat di RSUD dr Murjani Sampit

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit segera menjalankan secara bertahap program Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (KJSU) pada tahun ini.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian utama adalah layanan jantung, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun, sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan, Sp OK mengatakan, program KJSU menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Seluruh dokter yang terlibat diwajibkan mengikuti pendidikan tambahan kompetensi khusus penanganan jantung intervensi.

“Program KJSU ini tidak bisa langsung berjalan tanpa persiapan. Dokter spesialis sudah menjalani pendidikan tambahan kompetensi supaya bisa melaksanakan layanan tindakan kateter dan pemasangan ring jantung. Pendidikan sudah dilakukan sejak Oktober 2024 dan dr Robert sudah kembali bertugas November 2025," ujarnya, Sabtu (24/1).

Namun, dikarenakan alat Cath Lab (Catheterization Laboratory) untuk layanan tindakan jantung intervensi saat ini sedang dalam perbaikan sehingga layanan intervensi jantung diperkirakan baru bisa operasional pada Maret atau April 2026.

"Klinik sudah lama beroperasi, kami sudah memiliki dua dokter spesialis jantung yaitu dr Heru Dento dan dr Robert yang baru saja menyelesaikan pendidikan tambahan kompetensi. Mudah-mudahan cathlab selesai diperbaiki akhir Februari dan harapannya rumah sakit bisa memberikan layanan tindakan jantung intervensi kalau tidak Maret atau April ini," papar Anggun Iman Hernawan.

Dengan beroperasinya layanan tersebut, pasien penyakit jantung dan stroke di Kotim diharapkan tidak lagi harus menjalani rujukan ke rumah sakit di luar daerah, yang selama ini kerap memakan waktu, biaya, dan risiko tambahan bagi pasien.

Sementara itu, untuk mendukung layanan uro-nefrologi, RSUD dr Murjani Sampit saat ini telah mengoperasionalkan 12 mesin dialisis dan akan mengoperasionalkan 8 mesin lagi secara bertahap di tahun ini. Sehingga, total ada 20 mesin dialisis yang siap beroperasi memberikan layanan cuci darah. Namun, tingginya jumlah pasien membuat antrean cuci darah mencapai lebih dari 300 orang.

“Pasien reguler yang menjalani cuci darah harus menjalani cuci darah setiap 2-3 kali dalam seminggu selama seumur hidup. Karena itu, antrean hampir tidak mungkin berkurang, kecuali pasien meninggal dunia, pindah domisili, atau dirujuk ke rumah sakit lain,” paparnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit, mengingat layanan dialisis membutuhkan kesiapan alat, tenaga, dan pembiayaan jangka panjang.

Kemudian, terkait layanan pasien kanker, Iman mengakui layanan sudah tak beroperasi sejak Agustus 2025 lalu. Hal ini disebabkan dokter spesialis bedah onkologi yaitu dr Win Teky Sendy yang sebelumnya bertugas mengajukan pindah ke Yogyakarta.

“Untuk melayani pasien kanker dan tumor, kami akan bekerja sama dengan dokter dari RSUD Hanau. Polanya, pelayanan dilakukan secara bergantian, layanan kemungkinan dijadwalkan dua hari pada Jumat-Sabtu di RSUD dr Murjani,” jelasnya.

Namun, untuk saat ini RSUD dr Murjani Sampit masih belum melakukan perjanjian kerjasama dengan RSUD Hanau.

"Dokternya sudah ada kunjungan Sabtu lalu. Kita rencana akan kerjasama dengan dokter bedah onkologi. Dikarenakan, dokternya juga baru aktif bertugas Februari nanti, apabila nanti sudah aktif bertugas kami baru mengajukkan kerjasama terkait pemenuhan layanan klinik onkologi," terang Iman.

Skema layanan ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan layanan, meskipun belum sepenuhnya ideal untuk kebutuhan pasien kanker yang memerlukan penanganan intensif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Iman menyampaikan bahwa RSUD dr Murjani Sampit akan segera kedatangan dokter spesialis bedah saraf, sehingga layanan penanganan stroke dan gangguan saraf dapat semakin optimal.

"Klinik syaraf sekarang sudah memiliki dua dokter spesialis yaitu dr Borneo dan dr Hardy. Nantinya akan ada layanan bedah syaraf. Saat ini dr Marlin Sp Bedah Syaraf masih menunggu jadwal wisuda, setelah wisuda akan bergabung tugas di RSUD dr Murjani Sampit melalui Program Pendayaangunaan Dokter Spesialis (PGDS) yang diperkirakan akan mulai buka layanan April 2026 bersamaan dengan layanan jantung intervensi," urainya.

Lebih lanjut, pihaknya menyadari RSUD dr Murjani menjadi salah satu tumpuan utama layanan kesehatan di Kotim. Dengan jumlah pasien yang terus meningkat, menjaga standar mutu dan kualitas layanan juga menjadi tantangan besar,” ujarnya.

Menjawab tantangan tersebut, pihak RSUD dr Murjani menyatakan dukungan terhadap rencana Pemkab Kotim untuk membuka peluang pendirian rumah sakit swasta sebagai penyeimbang layanan kesehatan.

“Semakin banyak pasien yang dilayani, tentu tidak ideal jika hanya bertumpu pada rumah sakit pemerintah. Karena itu, kami mendukung pendirian rumah sakit swasta di Kotim sebagai penyeimbang layanan,” pungkasnya. (hgn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#rs swasta #RSUD dr Murjani Sampit #pelayanan jantung