PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat memperkuat sinergi dalam menyukseskan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Rabu (21/1/2026).
Dengan persiapan matang dan kolaborasi lintas lembaga, OJK dan BPS optimistis pelaksanaan SNLIK 2026 di Kalteng dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, serta seluruh Kepala BPS kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Bertujuan mempersiapkan pelaksanaan SNLIK 2026 secara komprehensif agar survei berjalan optimal dan menghasilkan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala BPS Provinsi Kalteng Agnes Widiastuti menyampaikan, peserta mendapatkan pemaparan terkait strategi pengawalan SNLIK 2026, mulai dari timeline pelaksanaan hingga penyempurnaan instrumen survei. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi 57 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 25 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) di seluruh kabupaten/kota yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Dia mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawal pelaksanaan SNLIK 2026.
“SNLIK merupakan kegiatan strategis berskala nasional yang melibatkan kerja sama antara OJK, BPS, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). SNLIK akan dilaksanakan serentak di 38 provinsi serta seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama yang solid dari seluruh pemangku kepentingan dan petugas survei agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Agnes.
Ia menambhkan, melalui sinergi tersebut, berharap kualitas data yang dihasilkan semakin akurat dan mampu menyajikan indeks literasi dan inklusi keuangan hingga tingkat provinsi.
“Data tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar evaluasi serta perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran,”imbuh Agnes.
Sementara itu, Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz, menilai tantangan literasi dan inklusi keuangan ke depan semakin kompleks, seiring pesatnya inovasi produk dan digitalisasi sektor keuangan. Oleh sebab itu, pengukuran melalui SNLIK yang kredibel menjadi sangat krusial.
“SNLIK 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat, baik secara demografis maupun berdasarkan karakteristik sosial ekonomi,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama