PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Dunia pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berkembang, terutama pada tingkat sekolah menengah. Menjelang akhir 2025, jumlah peserta didik di jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) menunjukkan lonjakan signifikan.
Data Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng mencatat, jumlah pelajar sekolah menengah itu meningkat dari 96.583 orang pada 2024, menjadi 99.377 pelajar pada 2025, atau bertambah 2.794 pelajar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyatakan, kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 2,89 persen dan menjadi indikator semakin terbukanya akses pendidikan menengah. Khususnya bagi anak-anak di pelosok.
“Alhamdulillah, jumlah peserta didik kita terus meningkat. Ini menunjukkan semakin banyak anak di Kalteng yang dapat menikmati layanan pendidikan menengah,” ujarnya, Selasa (16/12).
Reza menjelaskan, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara instan. Pemerintah provinsi secara konsisten mendorong berbagai program strategis. Mulai dari perluasan akses pendidikan di daerah terpencil, peningkatan kompetensi guru, hingga penerapan transformasi digital di sekolah-sekolah.
“Kita terus melakukan pemerataan layanan, sehingga anak-anak di pelosok mendapatkan fasilitas pembelajaran yang setara dengan wilayah perkotaan,” imbuhnya.
Tak hanya dari sisi kuantitas lanjutnya, kualitas layanan pendidikan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan rapor Pendidikan yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kalteng pada 2025 naik kategori, dari rintangan tuntas muda menjadi tuntas pertama dengan skor 71,35.
Lalu, peningkatan juga terlihat pada indikator literasi dan numerasi. Di jenjang SMA, nilai literasi naik dari 69,26 menjadi 72,78, sedangkan SMK meningkat dari 70,45 menjadi 74,34. Lonjakan paling mencolok terjadi di Sekolah Khusus yang melesat dari 35,47 menjadi 70 hanya dalam satu tahun.
“Untuk numerasi, SMA naik dari 63,56 menjadi 68,54, SMK dari 62,1 menjadi 68,93, dan SKh melonjak dari 58,6 menjadi 85,” ungkap Reza.
Dipaparkannya pula, capaian positif turut dirasakan pada lulusan vokasi. Tingkat kepuasan dunia usaha terhadap lulusan SMK di Kalteng meningkat dari 68,37 pada 2024 menjadi 75,89 pada 2025. Hal ini menandakan lulusan SMK semakin dipercaya dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Reza menambahkan, untuk menopang capaian tersebut, Pemprov Kalteng terus memperluas transformasi pendidikan digital melalui program Kelas Digital Huma Betang, penyediaan papan tulis interaktif, panel surya, hingga pemanfaatan jaringan satelit Starlink di wilayah terpencil.
“Transformasi itu berdampak langsung pada pemerataan pembelajaran. Rombongan belajar yang sebelumnya hanya 20 siswa kini bisa menampung hingga 35 orang. Dampaknya luar biasa, pembelajaran bisa menjangkau seluruh pelosok Kalteng,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama