KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com- Penekanan laju inflasi di Kabupaten Seruyan mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke-4 Oktober 2025, perkembangan harga komoditas utama di kabupaten ini secara umum mengalami deflasi (penurunan harga secara umum) sebesar -0,19 persen.
Kondisi itu diungkapkan Asisten Administrasi Umum Setda Seruyan Sugian Noor, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian Inflasi mingguan yang digelar virtual dan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Senin (27/10).
Ia mengungkapkan, Mendagri dalam rapat itu mengungkapkan, bahwa inflasi nasional saat ini berada di angka 2,65 persen. Angka itu dinilai masih sangat terkendali dibandingkan negara-negara anggota G20 lainnya.
“Presiden RI memberikan apresiasi karena inflasi kita tetap stabil di kisaran 2,65 persen. Ini menunjukkan keseimbangan antara daya beli masyarakat dengan keberlanjutan sektor produksi nasional,” papar Tito via rapat virtual tersebut.
Meski demikian, mendagri menyoroti masih adanya kenaikan harga di beberapa sektor. Seperti perawatan pribadi dan kebutuhan pokok, terutama cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Namun tegasnya, tren nasional menunjukkan semakin banyak daerah yang berhasil menjaga stabilitas harga.
Sementara itu, Sugian Noor menegaskan, Pemkab Seruyan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan.
“Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Seruyan rutin melakukan pemantauan harga di pasar serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan stok dan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” paparnya.
Diungkapkannya, dari hasil pemantauan, komoditas yang paling berpengaruh terhadap deflasi kali ini antara lain cabai rawit (-0,7583), bawang merah (-0,419), dan bawang putih (-0,0826).
Sementara fluktuasi harga tertinggi tercatat pada komoditas cabai rawit dengan perubahan harga sebesar 0,1950.
“Rakor inflasi mingguan ini merupakan tindak lanjut untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan,” pungkas Sugian Noor. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama