PALANGKARAYA,radarsampit.jawapos.com-Ketenangan ayam peliharaan salah satu warga di Jalan G Obos XII Gang Mutiara III mendadak terganggu dengan kehadiran seekor Ular Piton 4 meter, diameter 3,5 inci, Rabu (22/10).
Pemilik ternak ayam yang turut panik pun harus memanggil Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Palangka Raya untuk mengevakuasi binatang melata itu. Pasalnya sang ular telah masuk kandang dan memangsa seekor ayam. Apalagi lingkungan setempat sedang dilanda banjir.
Koordinator tim rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, ular Piton itu diduga kelaparan sehingga memangsa ternak warga. Diduga juga ekosistem makanannya sudah terganggu sehingga ular itu masuk ke pemukiman warga. Untungnya tidak ada warga menjadi korban.
“Saat dicek, ular sudah melilit di sudut kandang. Kondisi banjir di sekitar lokasi menjadi faktor kemudahan ular masuk ke pekarangan dan kandang ternak.Ular ini termasuk ular besar,tetapi berhasil kita evakuasi,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung aman meski ular harus ditarik dengan keras agar bisa keluar kandang. Petugas kemudian memasukkan ular ke dalam karung pengaman untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari pemukiman.
Sucipto menjelaskan, dampak lilitan Ular Piton pada mangsa atau manusia pada prinsipnya bersifat mekanis, bukan dengan racun. Namun korbannya bisa henti napas, sebab lilitan membuat dada tak bisa mengembang, sehingga pasokan oksigen terhenti. Korban pun bisa tak sadarkan diri dalam hitungan detik maupun menit.
“Bisa terjadi tekanan pada pembuluh darah besar, sehingga aliran darah utama ke otak terblokir. Lalu bisa membuat cedera jaringan lunak. Tulang rusuk, tulang selangka, atau organ dalam bisa rusak akibat tekanan lilitan yang sangat kuat,” pungkasnya.
Sucipto menambahkan, gigitan awal Piton terhadap korbannya bisa sebagai ‘Jangkar’. Meski tidak berbisa, menurutnya gigitan bisa merobek, menimbulkan infeksi, dan menjerat lebih kuat. “Jadi jangan sembarangan untuk mengevakuasi,” tandasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama