PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat semakin meluas, hal itu ditandai dengan meluapnya Daerah Aliran Sungai (Das) Arut. Minggu (21/9) luapan air sudah merendam jalan permukiman di Gang Kerbau, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.
Gang Kerbau menjadi barometer lantaran permukiman warga di bantaran sungai ini langganan terdampak banjir. Apabila sungai meluap, jalan ini pertama kali terendam, dan apabila debit air menurun maka paling terakhir keringnya.
Terendamnya jalan di gang Kerbau membuat aktivitas warganya terganggu, mengingat gang ini merupakan akses utama warga setempat untuk menuju jalan utama GM Arsyad.
Salah satu warga Gang Kerbau, Ihat mengatakan, banjir di wilayah itu bukan hal yang baru. Mereka sejak bertahun-tahun menjadi langganan banjir bila sungai Arut pasang. Warga bukan tanpa upaya mengatasin, karena dengan swadaya pernah meninggikan jalan berupa timbunan tanah. Namun banjir tetap saja terjadi.
"Kalau pasang seperti saat ini jalan kami ini yang pertama terendam. Kalau sudah banjir, airnya turun lama karena jalan ini bisa dikatakan yang pertama banjir dan terakhir keringnya," keluh Ihat.
Kondisi tersebut lanjutnya, membuat anak-anak yang berangkat sekolah harus berjalan dengan telanjang kaki, dan baru sampai di jalan kering sepatu mereka pasang. Namun bila ketinggian air terus meningkat maka terpaksa menggunakan sampan menuju jalan besar.
Ihat mengungkapkan, sepanjang 2025, jalan utama mereka ini sudah beberapa kali terendam banjir. Selain dataran rendah, jalan ini juga langsung bermuara ke tepi sungai sehingga mudah dimasuki air.
Warga Kelurahan Baru lainnya Bernama Rhini menyampaikan, biasanya apabila gang Kerbau sudah terendam maka tidak lama permukiman bantaran sungai seperti di kelurahan Baru, Kelurahan Raja, Raja Seberang, Mendawai dan Mendawai Seberang akan menyusul banjir.
Ia berharap banjir kali ini tidak berkepanjangan, lantaran akan berdampak bagi ekonomi masyarakat, terutama untuk pembelian material papan dan kayu guna membuat tempat menyimpan barang-barang.
"Namun kalau dilihat cuaca yang masih sering turun hujan, sepertinya wilayah lain di bantaran sungai juga akan menyusul banjir. Apalagi satu titik jalan Ahmad Shaleh juga sudah terendam air," pungkas Rhini. (tyo/gus)
I
Editor : Agus Jaka Purnama