PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Kehadiran binatang liar berbisa yang meneror kediaman warga di Palangka Raya masih terus terjadi. Selain ular, Biawak juga kerap membuat panik penghuni rumah yang dimasukinya.
Seperti pada Senin (25/8), Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya menerima panggilan dua warga di lokasi berbeda, yang ketakutan lantaran kediaman mereka didatangi Biawak. Di Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Seth Adji.
Di Jalan Sam Ratulangi, Biawak dewasa panjang sekitar 130 sentimeter lebar dada 20 sentimeter didapati bersembunyi di areal rumah salah satu warga, ditumpukan kayu, hingga naik ke atas plafon. Tim sampai melakukan pencarian selama dua hari untuk menangkapnya.
Koordinator Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya Sucipto menyampaikan, perlu tenaga ekstra sampai pihaknya bisa menangkap dua ekor biawak di dua lokasi berbeda. Setelah ditemukan posisinya bersembunyi, tim berhasil mengevakuasi dengan peralatan standar, dan memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Sementara Biawak di rumah warga di Jalan Seth Adji, panjangnya diketahui 185 sentimeter dengan lebar dada 27 sentimeter. Ditemukan di antara dinding tembok rumah warga dan dinding tembok pagar PT Surya Medistrindo, yakni bekas Kantor KPU lama.
Dingkapkan Sucipto, Biawak itu sempat lari cepat dan mau menyambar petugas saat dievakuasi. Sempat kabur ke bawah gorong-gorong cor sepanjang 16 meter dan bersembunyi di tempat gelap. Namun dengan kegigihan dan susah payah, akhirnya petugas bisa mengevakuasinya.
“Hewan mirip komodo itu bergerak cepat dan lincah, meski akhirnya satu setengah jam berhasil ditangkap. Kemudian, dimasukan ke karung dan dilepasliarkan ke alam bebas yang jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.
Sucipto mengungkapkan, gigitan Biawak bisa menimbulkan dampak serius, meskipun tidak seberbahaya gigitan ular berbisa. Bisa menimbulkan luka robek dan pendarahan karena Biawak memiliki rahang kuat dan gigi tajam.
Selain itu, gigitannya bisa menyebabkan infeksi bakteri, karena mulut bBawak mengandung banyak bakteri berbahaya, seperti Salmonella dan Clostridium. Jika luka tidak segera dibersihkan dan diobati, bisa menyebabkan infeksi parah, pembengkakan, demam, bernanah hingga luka sulit sembuh.
Sucipto pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor petugas jika menemukan hewan liar masuk ke area permukiman.
“Saya sampaikan perlu penanganan yang baik dalam evakuasi biawak. Penanganan darurat jika terkena gigitan, cuci luka dengan air bersih dan sabun antiseptik sesegera mungkin. Hentikan pendarahan dengan menekan luka dengan kain bersih. oleskan antiseptic. Jika bisa segera ke puskesmas atau rumah sakit. Jadi jangan sembarangan,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama