Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Masuk Kandang Ayam, Ular Piton Picu Kepanikan Warga di Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 24 Agustus 2025 | 22:35 WIB
Seekor ular piton sepanjang 3 meter 59 sentimeter berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue Damkar Palangka Raya, (24/8)
Seekor ular piton sepanjang 3 meter 59 sentimeter berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue Damkar Palangka Raya, (24/8)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Kehebohan kembali terjadi di pemukiman warga Palangka Raya lantaran teror ular. Seekor ular piton sepanjang 3,59 Meter diameter 2,5 inci didapati masuk ke kandang ternak ayam milik seorang warga di Jalan Patimura, Minggu (24/8).

Binatang melata itu nyaris memangsa ternak ayam, namun sempat diketahui pemilik rumah dan dilaporkan ke pihak tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.

“Ular sempat menggeliat dan bersiap memangsa satu ekor ayam. Tapi karena kaget mendengar aktivitas warga, ia mundur dan sembunyi di sudut kandang,” ungkap Koordinator Tim Rescue Damkar Palangka Raya, Sucipto.

Tim rescue pun mengevakuasi ular itu dengan hati-hati dan menggunakan peralatan sesuai standar. Proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban.“Setelah berhasil ditangkap, ular piton kami masukkan ke dalam karung khusus. Selanjutnya, ular dilepasliarkan kembali ke alam bebas yang jauh dari pemukiman warga,” ungkap Sucipto.

Dijelaskannya, meskipun tidak berbisa, ular piton tetap berbahaya, karena kekuatan lilitan tubuhnya bisa mencekik korban hingga lumpuh dan ukurannya yang besar. Setelah korban lemas atau mati, baru kemudian ditelan bulat-bulat.

Selain itu, Ular Piton memiliki rahang elastis yang memungkinkan mereka menelan mangsa hingga seukuran tubuh mereka sendiri. Piton cenderung tidak agresif, tapi bergerak senyap dan aktif berburu di malam hari. Sering masuk ke lingkungan permukiman saat mencari makanan ayam, tikus, hewan kecil.

“Juga bisa berbahaya secara psikologis. Kehadiran ular besar bisa memicu panik, terutama di area padat penduduk. Anak-anak dan lansia bisa mengalami trauma jika melihat atau hampir menjadi korban,” papar Sucipto.

Pihaknya pun mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap hewan liar yang masuk ke lingkungan tempat tinggal, terutama saat musim kemarau atau perubahan cuaca ekstrem.

“Jika menemukan piton, jangan panik dan jangan mendekat. Lalu hindari mencoba menangkap sendiri, apalagi jika tidak berpengalaman. segera Laporkan ke Damkar, sebab tim rescue punya alat dan prosedur aman untuk menangani ular,” pungkasnya.

Sucipto menambahkan, agar warga rutin memeriksa lingkungan tempat tinggal. Mengingat ular suka bersembunyi di tempat lembab, gelap, atau dekat tumpukan barang. (daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#ular piton #PALANGKA RAYA #tim rescue damkar palangka raya #teror ular #Sucipto