PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Kualitas Daerah Aliran Sungai (Das) Arut, yang melintasi 5 kelurahan di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami penurunan dan kondisinya keruh.
Kekeruhan semakin parah ketika debit sungai berkurang, sehingga mengancam budidaya perikanan dan keanekaragaman potensi perikanan endemik di sungai terpanjang di Kotawaringin Barat (Kobar) itu.
Saat ini pembudidaya ikan di sungai Arut lebih berhati-hati terutama dalam pemberian pakan ikan yang diatur dosisnya. Ikan-ikan budidaya mereka sudah menunjukan tanda-tanda stres dan penurunan nafsu makan.
Berbagai upaya pun dilakukan oleh pembudidaya, dari memindahkan lokasi keramba apung mereka ke hilir sungai yang masih jernih, namun biaya operasional yang dikeluarkan terbilang besar dan tidak semua pembudidaya mampu untuk menarik keramba dan lantingnya ke hilir sungai. Terutama di simpang 3 pertemuan Sungai Arut dan Sungai Lamandau.
Diduga, kekeruhan air sungai Arut akibat dampak dari aktifitas penambangan emas di hulu sungai yang marak. Selain itu juga akibat sedimentasi pada sungai.
Kabid Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kobar Hermanto Ossa mengakui, meski ada perubahan kualitas air di sungai Arut, mereka belum menerima laporan adanya kematian ikan massal milik pembudidaya.
"Terlebih saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan berdampak pada perubahan kualitas air sungai," ujarnya.
Menurutnya, untuk tingkat kekeruhan di sungai batas aman bagi perikanan maksimal 50 Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Namun demikian hingga saat ini mereka belum melakukan uji laboratorium terhadap kondisi kekeruhan di Sungai Arut.
Dijelaskannya, secara manual kekeruhan sungai dapat diukur menggunakan metode sederhana dengan memasukan cakram bundar berwarna hitam dan putih ke kedalaman air (secchi disk).
"Bisa juga dengan mencelupkan telapak tangan di saat matahari sedang terik. Kita berharap agar para pembudidaya dapat mewaspadai dan terus memantau kondisi ikan budidaya mereka," pungkas Hermanto Ossa. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama