Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Karhutla di Kalteng

Usay Nor Rahmad • Minggu, 27 Juli 2025 | 10:02 WIB
Kebakaran lahan yang terjadi malam hari di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru-baru ini. (TRC BPBD Kotim)
Kebakaran lahan yang terjadi malam hari di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru-baru ini. (TRC BPBD Kotim)

Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (28/7/2025)

Dalam prakiraan cuaca yang dirilis Minggu pagi (27/7/2025), BMKG menyebutkan bahwa hujan lokal dengan durasi singkat berpotensi terjadi dan bisa disertai petir, kilat, hingga angin kencang.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, angin puting beliung juga berpeluang muncul.

“Waspadai dampak bencana yang bisa ditimbulkan akibat cuaca ekstrem ini. Masyarakat diminta lebih hati-hati saat beraktivitas di luar ruangan,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Kondisi ini berpotensi melanda hampir seluruh wilayah Kalteng, mulai dari Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun, Puruk Cahu, hingga Kuala Kapuas.

Suhu udara umumnya berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 100 persen di beberapa wilayah seperti Muara Teweh dan Kuala Kurun.

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga mewanti-wanti ancaman lain yang tak kalah serius: kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan kondisi udara yang panas dan angin yang berembus dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam, titik-titik rawan kebakaran diperkirakan bisa muncul secara sporadis.

“Dihimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun, termasuk membuka kebun atau ladang,” tegas BMKG.

Hingga kini, beberapa kabupaten seperti Gunung Mas dan Kotawaringin Timur telah menetapkan status siaga karhutla.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus melakukan pemantauan rutin dan bersiap menggelar modifikasi cuaca jika diperlukan.

Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, khususnya menyangkut kondisi cuaca dan bencana alam. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#BMKG #cuaca ekstrem #kebakaran hutan dan lahan #kalteng #karhutla