PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com - Kesal mencium aroma pesing dari lapak usaha kulinernya, seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melaporkan dua oknum petugas kebersihan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Jumat (25/1).
Diadukannya oknum petugas kebersihan tersebut lantaran aksi pipis sembarang itu telah berkali-kali dilakukan di tempat yang sama. Bau pesing pun menimbulkan rasa penasaran pemilik usaha itu dengan mengecek kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV).
Dalam rekaman dua oknum tersebut ternyata telah 4 kali kencing di dalam tempat usahanya, meski sudah dihalangi dengan meja di pintu masuk usahanya. Pria paruh baya tersebut rela menggeser meja tersebut dan kemudian dengan santainya buang hajat.
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kobar Nurliani mengatakan, setelah mendapat aduan pemilik usaha tersebut, mereka telah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.
"Enggak ada motif tertentu, memang murni kesalahan petugas kebersihan kami. Ia mengaku kebelet dan menurut informasi rekan-rekan kerjanya yang bersangkutan memang mengidap sakit beserta," ujarnya.
Ia mengaku, telah menyambangi tempat usaha tersebut namun tempat usaha milik pelaku UMKM tersebut masih tutup, dan setelah saya hubungi via telepon pihaknya sudah janjian mau ketemu untuk mengklarifikasi dan meminta permohonan maaf.
"Tadi sudah ketemu dan Alhamdulillah semua sudah selesai, dan kami memohon maaf atas peristiwa yang terjadi," imbuh Nurliani.
Sementara itu, pemilik usaha Jus Jumbbo itu mengaku, mereka telah melakukan pertemuan dengan pihak DLH dn sudah di klarifikasi, dan bapak yang kencing di tempat usaha kami sudah minta maaf.
"Sudah diklarifikasi, dan kedua bapak tersebut sudah meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi kembali. Untuk video pertemuan siang tadi akan diposting pihak DLH ke media sosial sebagai tanggapan pengaduan dan klarifikasi," pungkas pemilik usaha Jus Jumbbo, Ganang, (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama