Pada Minggu siang (22/12), dirinya pun terpaksa dievakuasi tim Damkar Palangka Raya bersama tim dinas kesehatan (dinkes) dan Satpol PP setempat atas persetujuan pihak keluarga.
Saat evakuasi berlangsung, sempat terjadi ketegangan, karena Dawi melakukan perlawanan dan menolak dirinya dinyatakan sebagai ODGJ. Meskipun akhirnya ia berhasil ditangani dan dirujuk ke RSJ Kalawa Atei.
Koordinator Call Center 112 rescue dan Damkar Palangka Raya Sucipto menerangkan, evakuasi dilakukan sebagai tindak lanjut laporan warga dan dilakukan tim gabungan.”Kita evakuasi ODGJ meresahkan dan sempat melakukan perlawanan serta tidak mau mengakui dirinya ODGJ. Lokasi di Jalan A Yani Flamboyan Bawah dan diantarkan ke RSJ Kalawa Atei,” ujarnya.
Diungkapkannya pula, berdasarkan dari keterangan ibu kandungnya (54) , pria ini mulai meresahkan setelah pulang dari tempatnya bekerja di areal perkebunan sawit di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa waktu lalu.
Sucipto melanjutnya, dalam kesehariannya, Dawi sering berbicara sendiri dan terkadang tiba-tiba marah-marah. “Atas hal itu ibu kandungnya sudah berkoordinasi dengan tetangga juga RT setempat, hingga menangani anaknya. Dia ini anak tertua dari dua bersaudara, dan adik laki-lakinya dalam kondisi sehat dan baik baik saja,” bebernya.
Kemudian tambahnya,atas saran ketua RT dan tetangga agar Dawi dirawat saja ke RSJ Kalawa Atei. Lalu, dengan meminta bantuan ke Call Center 112 akhirnya ditangani untuk diantarkan ke RSJ Kalawa Atei dengan baik dan selamat.
“Perlu waktu satu jam dan dengan cara preventif dan persuasif namun akhirnya tim atas seizin ibu kandungnya, Dawi dievakuasi berdasarkan SOP dan manusiawi, sehingga keadaan terkendali dan aman,” pungkas Sucipto. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama