Hal ini ditandai dengan penanaman perdana Fasilitasi Pembangunan Kebun Kemitraan Masyarakat (FPKMS) di Desa Kapuk Kecamatan Mentaya Hulu, Rabu (18/12) kemarin.
Penanaman perdana ini langsung dilakukan CEO Minamas Plantation – Azmi Jaafar, Regional CEO Kalimantan Tengah dan Barat – Ondra Utama, mewakili Bupati Kotim Asisten II Setda Kotim Alang Arianto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Johny Tangkere, Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita yang diwakili oleh Kepala BPP Kecamatan Mentaya Hulu Haryanto, Camat Mentaya Hulu Muhammad Indra, Danramil Mentaya Hulu Kapten Syahidin, Damang Mentaya Hulu Ajay Inti, Perwakilan Desa, Kelompok Tani, serta tokoh Masyarakat Desa Kapuk.
Ondra Utama selaku CEO Kalteng-Kalbar menyebutkan rencana kebun yang akan digarap sebagai Kebun Kemitraan ini yakni 284 hektare, saat ini yang sudah dibersihkan dan mulai ditanam sekitar 42 hektare. Dia berkomitmen akan melaksanakan program Kebun Kemitraan ini dengan maksimal.
“Dengan kebun Kemitraan ini harapan kami bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya disekitar kebun dan saya akan terus memonitor sampai kepada kebun Kemitraan ini menghasilkan nantinya,” ujar dia.
“Mengacu kepada aturan bahwa Minamas seharusnya melakukan Kegiatan Usaha Produktif tetapi Minamas juga berkomitmen untuk melaksanakan Fasilitasi Pembangunan Kebun Kemitraan Masyarakat Sekitar atau sebelumnya disebut Plasma.” imbuh Ondra.
Sementara itu juga, CEO Minamas Plantation Azmi Jaafar mengungkapkan perusahaan yang sudah beroperasional 30 tahun ini sudah memiliki total plasma 25 ribu hektare yang tersebar diberbagai daerah dan provinsi di Indonesia.
“Saya berharap Kebun Kemitraan untuk di Kalteng ini dan komitmen kami di mana ada perusahaan kami akan bangun kebun kemitraan dan kami cenderung lebih menyukai program ini,” kata Azmi.
Perusahaan, lanjut dia akan mengurus kaplingan kebun itu, tentunya dengan prospek sawit kedepan lebih menjanjikan dengan harga yang cenderung meningkat. Diperkirakan 5-6 tahun kedepan hutang bank kebun plasma ini bisa di bayar lunas. Dengan begitu maka masyarakat bisa menikmati hasil kebun plasma yang maksimal.
“Warga ini akan punya masing-masing kebun kemitraan dan mereka meski duduk di rumah tetapi tetap akan punya penghasilan dan aset ini jangka panjang,”ujarnya.
Sementara itu Pemkab Kotim mengapresiasi komitmen perusahaan untuk memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar. Sejauh ini Kebun Kemitraan 20 persen merupakan salah satu hal yang wajib dan keharusan bagi perusahaan.
”Terima kasih kepada Minamas Grup yang sudah melaksanakan program plasma maupun program kemitraan yang mana ini jadi harapan Pak Bupati juga untuk investor di daerah,”kata Alang Arianto
Menurutnya dengan adanya program ini maka masyarakat bisa menerima manfaat khususnya di bidang ekonomi.
“Dan ini sangat baik karena ada lahan-lahan yang terlantar bisa dikerjasamakan dengan pihak perusahaan sekitar, kita akan terus dorong pola-pola seperti ini dilaksanakan,” tukas Alang.
Tarmiji mewakili kelompok petani setempat mengucapkan terimakasih kepada perusahaan yang sudah respon dengan usulan mereka. Tentunya kedepan mereka akan menambah luasan yang akan ditanam kelapa sawit tersebut.
“Kami mengajukan ini bulan Maret dan kami apresiasi dengan waktu sekitar 8 bulan langsung realisasi dan ditanam pada hari ini,” kata Tarmiji
Sementara itu usai penanaman perdana kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung hantu dan penanaman pohon di areal konservasi PT. Teguh Sempurna.
Areal di atas bukit menjulang tinggi ini terlihat sangat terawat oleh perusahaan yang juga digunakan sebagai areal konservasi. (soc/ang)
Editor : Slamet Harmoko