Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada Banjir, Debit Air Sungai Arut Meningkat

Koko Sulistyo • Sabtu, 23 November 2024 | 06:00 WIB

PASANG: Kondisi air Sungai Arut di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama tadi.
PASANG: Kondisi air Sungai Arut di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama tadi.
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Hujan deras yang hampir setiap hari mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), membuat debit air Sungai Arut mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini nampaknya harus diwaspadai semua pihak, lantaran bencana banjir berpotensi kembali terjadi di wilayah ini.

Kendati demikian belum ada laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terkait adanya permukiman maupun jalan yang tergenang air.Peningkatan debit air Sungai Arut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur setiap hari, terutama sejak siang hingga sore hari tanpa henti.

Salah satu warga Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Yudi mengatakan peningkatan debit sungai terjadi sejak sepekan terakhir, hal itu ditandai mulai tergenangnya air di bawah permukiman masyarakat.

"Air sungai kalau pasang, permukiman masyarakat hingga radius 700 meter tergenang air, ini saya lihat sudah naik sekitar 1 meteran di bawah rumah warga," ungkapnya, Jumat (22/11).

Menurut Yudi, kalau cuaca panas sepekan saja air akan kembali normal, tetapi bila hujan terus turun maka debit air semakin meningkat.

Sementara itu, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Martogi Sialagan menyampaikan, hingga saat ini kondisi permukiman masyarakat baik di Kecamatan Arut Utara hingga ke kecamatan Arut Selatan masih aman, dan tidak ada peningkatan debit air yang signifikan di hulu sungai.

Namun, untuk Sungai Arut di Kota Pangkalan Bun lantaran hujan deras terus terjadi membuat air naik, namun menurutnya masih aman dari banjir.

"Curah hujan di Pangkalan Bun Memang tinggi, dan baru saja rapat di BPBD, sementara untuk Kecamatan Aruta masih aman," tegas Martogi.

Sementara itu di tahun 2024 ini, banjir besar terakhir yang melanda di wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Arut Utara, yakni sekitar bulan Juli lalu. Ketika itu, ribuan warga terdampak banjir yang menerjeng beberapa wilayah, seperti Kelurahan Baru, Mendawai, Raja Seberang, Desa Kumpai Batu Bawah, Runtu, dan Desa Tanjung Trantang. Ketika itu, ketinggian air rata-rata 40 sentimeter hingga 60 sentimeter, tergantung tinggi rendahnya lokasi, terutama di daerah bantaran sungai dan daerah dengan lokasi geografis yang rendah. (tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#tergenang air #potensi #masyarakat #sungai arut #bencana banjir #badan penanggulangan bencana daerah #kobar #banjir #kotawaringin barat #hujan deras #Mendawai #Geografis #permukiman #arut selatan #arut utara