Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bahaya Narkoba Tak Hanya Kriminalitas, Risiko Overdosis hingga Kematian Mengintai

M. Akbar • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi Narkoba (AI)
Ilustrasi Narkoba (AI)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya angka kriminalitas, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan yang dapat berujung pada overdosis hingga kematian.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun karena dampaknya dapat terjadi sejak penggunaan pertama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan penyalahgunaan narkoba mampu merusak berbagai organ vital, seperti otak, jantung, hati, ginjal, dan paru-paru.

“Selain merusak kesehatan fisik, narkoba juga dapat menyebabkan depresi, gangguan kecemasan, psikosis, penurunan daya ingat, serta merusak hubungan sosial dan kualitas hidup seseorang,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Nugroho, anggapan bahwa mencoba narkoba satu kali tidak akan menimbulkan dampak merupakan persepsi yang keliru. Sebab, penggunaan pertama pun dapat memicu ketergantungan dan meningkatkan risiko overdosis.

“Risiko ketergantungan dapat muncul dengan cepat, bahkan sejak penggunaan pertama. Selain itu, overdosis juga bisa terjadi meskipun baru sekali mencoba,” tambah Nugroho.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, antara lain HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, penyakit jantung, stroke, gangguan jiwa, hingga gagal ginjal. Berbagai komplikasi tersebut dapat berakhir pada kematian.

Selain dampak kesehatan, Nugroho mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba juga sering memicu berbagai persoalan sosial dan tindak kriminal, sehingga pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Ia mengimbau masyarakat mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba, seperti perubahan perilaku, sering berbohong, prestasi menurun, emosi tidak stabil, mata merah, berat badan turun, perubahan pola tidur, hingga mulai menjauh dari keluarga maupun lingkungan yang positif.

Nugroho menambahkan, pecandu narkoba masih memiliki peluang untuk pulih apabila menjalani rehabilitasi secara menyeluruh. Proses tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, detoksifikasi, terapi medis dan psikologis, rehabilitasi sosial, serta pendampingan lanjutan.

“Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor utama keberhasilan rehabilitasi. Dengan motivasi dan pendampingan yang baik, peluang pecandu untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang sehat akan semakin besar,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Overdosis Narkoba #sampit #kotim #sabu #narkoba