PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Aksi penjambretan terjadi di Jalan Iskandar, Kota Pangkalan Bun. Pelaku diduga sangat nekat dan bernyali tinggi.
Pasalnya aksi kriminal ini berlangsung tepat di depan klinik Lanud Iskandar, sebelum gerbang TNI AU, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kini kasus kejahatan jalanan ini dalam penanganan Polsek Arut Selatan.
Korban yang belakangan diketahui berinisial DI ini tidak menyangka akan menjadi sasaran dari pelaku kejahatan. I
a yang mengendarai kendaraan roda dua itu kaget ketika tas miliknya dirampas dan pelaku langsung melarikan diri dengan kendaraannya.
Korban yang merupakan seorang perempuan itu trauma dan segera meminta bantuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Kejadian berlangsung begitu cepat, saya kaget dan tidak sempat mengejar pelaku, sudah saya laporkan ke kepolisian," ujarnya.
Kapolsek Arut Selatan AKP Retno membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana penjambretan tersebut. Menurutnya, begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).
Ia menegaskan, anggotanya sudah meminta keterangan korban serta saksi, kemudian mengarahkan korban membuat laporan resmi ke SPKT Polsek Arsel guna proses hukum lebih lanjut.
"Kita juga sudah melakukan pendataan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku," tegasnya, Kamis 2 Juli 2026.
Selain meminta keterangan korban dan saksi, petugas turut menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau petunjuk lain yang dapat membantu proses pengungkapan kasus.
Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui ciri-ciri maupun keberadaan pelaku agar segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian sehingga dapat mempercepat proses pengungkapan.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara maupun berjalan di jalan raya, terutama ketika membawa barang berharga di lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena aksi penjambretan masih dapat terjadi di kawasan yang cukup ramai. Kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan.
" Kita pastikan penanganan kasus akan dilakukan secara maksimal. Polisi juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui ataupun menjadi korban tindak kriminal agar pelaku dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. (tyo)
Editor : Slamet Harmoko