SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kasus pencurian menyasar kawasan permukiman warga kembali terjadi di Kota Sampit.
Kali ini, sebuah rumah kos di Jalan Diponegoro, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi sasaran komplotan maling pada Selasa (9/6) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, korban harus kehilangan tabung gas elpiji dan perhiasan emas.
Aksi nekat pelaku sempat terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi. Berdasarkan rekaman video, pelaku yang datang menggunakan sepeda motor sempat memantau situasi sekitar.
Baca Juga: Tak Mampu Bayar Kasbon Sabu, Pria di Sampit Ini Berakhir di Meja Hijau
Begitu melihat kondisi aman, pria misterius tersebut langsung mencongkel jendela salah satu kamar kos dan menguras barang berharga di dalamnya.
Ketua RT 29 setempat, Boyadianto, membenarkan adanya insiden pembobolan tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi lingkungan sekitar memang sedang sepi karena mayoritas penghuni kos adalah pekerja dan pelajar.
"Kos itu isinya anak-anak sekolah dan pekerja. Jadi memang sepi kalau pagi. Celah itu yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya," ujar Boyadianto saat dihubungi Radar Sampit, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Waspadai Penyebab Kematian Tertinggi Pada Ibu Hamil
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, terduga pelaku diketahui memiliki ciri-ciri mengenakan kaos putih dan celana pendek. Boyadianto memastikan bahwa pria di dalam video tersebut bukan merupakan warga lingkungan setempat.
"Saya belum pernah melihat pelaku. Baru kali itu melihat wajahnya di rekaman," imbuhnya.
Akibat pembobolan ini, penghuni kos yang menjadi korban melaporkan kehilangan satu tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram serta sebuah cincin emas seberat 2 gram.
Baca Juga: Kapolres Kotim Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan
Dua Bulan Terakhir Marak Maling
Boyadianto membeberkan, aksi kriminalitas di wilayahnya dinilai mulai marak dalam dua bulan terakhir. Sebelum menyasar rumah kos, sejumlah warga juga sempat melaporkan kehilangan barang-barang pribadi, mulai dari tabung gas hingga hewan peliharaan.
"Banyak yang melapor kehilangan gas. Bahkan beberapa hari lalu, burung peliharaan milik warga yang digantung di depan rumah juga hilang digondol maling saat warga sedang melaksanakan Salat Jumat," ungkapnya.
Baca Juga: Dua Personel Polres Kotim Dipecat karena Pelanggaran Disiplin Berat
Padahal, lanjut Boyadianto, pengamanan swakarsa di lingkungan tersebut sebenarnya sudah berjalan dengan adanya pos kamling. Namun, para pelaku kejahatan tampaknya mulai mengubah strategi dengan mengincar waktu di pagi hingga siang hari.
"Kalau malam di sini sebenarnya aman karena ada ronda. Tapi ya namanya maling, mereka pintar mencari celah dan kesempatan saat warga mulai sibuk beraktivitas di pagi hari," pungkasnya. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor