PANGKALAN BUN,radarsampitjawapos.com- Kasus dugaan rudapaksa menimpa salah seorang bocah perempuan yang masih berstatus pelajar sekolah dasar kelas 3 di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pelaku diduga merupakan mucikari di kawasan prostitusi.
Perbuatan asusila itu terungkap ketika ibu korban yang pulang bekerja mendapati putri kesayangannya digagahi oleh pria itu dirumahnya. Ketika kepergok pelaku langsung melarikan diri, namun ibu korban sempat mengenali bahwa pelaku yang kediamannya hanya berjarak satu kilometer dari rumah korban itu, yang selama ini dikenal sebagai mucikari.
Berdasarkan keterangan ibu korban kepada tetangganya, putrinya masih berstatus pelajar sekolah dasar kelas 3, dan berusia 13 tahun itu sudah 3 kali digagahi oleh pria bejat itu.
"Pengakuan ibunya ketika menanyai anaknya, pelaku sudah 3 kali melakukan persetubuhan dengan anaknya, dua kali di rumah pelaku dan satu kali di rumah mereka, kebetulan yang ketiga itu kepergok sama ibunya ," terang tetangga korban, inisial AG.
Baca Juga: Psikolog RSUD dr Murjani Sampit Ungkap faktor Pemicu Rudapaksa
Lanjut dia, kepada ibunya anak tersebut juga mengaku bahwa perbuatan tersebut sempat dilakukan dua orang, yaitu mucikari tersebut dan satu pria yang kerap dipanggil gondrong.
Menurutnya, beberapa hari terakhir pelaku sudah tidak terlihat lagi dirumahnya, yang selama ini ditengarai menjadi tempat bisnis esek-esek.
"Sepertinya sudah melarikan diri, karena tidak pernah terlihat lagi, yang ada hanya beberapa perempuan yang merupakan anak buah pelaku," terang AG.
Mirisnya, korban saat ini hanya tinggal berdua dengan ibunya, karena ayah korban sedang menjalani hukuman di lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, atas kasus pencurian buah kelapa sawit.
"Keterangan ibu korban atas kasus yang menimpa anaknya itu, sudah dilaporkan kepada kepolisian," pungkas AG. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama