PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Polsek Rakumpit memediasi kesalahpahaman (pertikaian) antara dua sahabat karib, Jeminarre dan Heri Siswanto, terkait persoalan telepon genggam yang dijadikan jaminan upah kerja.
Mediasi dilaksanakan pada Rabu (18/2/2026) di Mapolsek Rakumpit. Kegiatan tersebut dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Petuk Barunai Aipda Rudiyanto dengan menghadirkan kedua belah pihak guna mencari solusi terbaik secara kekeluargaan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolsek Rakumpit Iptu Didik Suhardianto menjelaskan, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi langkah utama Polri dalam menangani persoalan warga.
“Mediasi ini merupakan bentuk pelayanan Polri untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah secara damai sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga kondusif,” ujarnya mewakili Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi,
Lanjutnya, permasalahan bermula saat pihak pertama melaporkan telepon genggam miliknya hilang di mess karyawan. Saat kejadian, disebutkan hanya ada pihak kedua yang datang untuk menagih sisa upah kerja. Kecurigaan pun muncul dan berujung kesalahpahaman di antara keduanya.
Dalam forum mediasi, pihak kedua akhirnya mengakui telah mengambil ponsel tersebut sebagai bentuk jaminan agar upah yang belum dibayarkan dapat segera diselesaikan. Pengakuan itu menjadi titik terang dalam proses penyelesaian perkara.
Petugas kemudian memfasilitasi dialog terbuka agar kedua pihak dapat menyampaikan pendapat dan klasifikasi masing-masing. Suasana mediasi berlangsung kondusif dan penuh kekeluargaan.
Ia menambahkan, setelah melalui pembicaraan dan musyawarah, kedua sahabat tersebut sepakat berdamai, saling memaafkan, serta berkomitmen menjaga hubungan baik ke depan. Permasalahan pun diselesaikan tanpa harus berlanjut ke proses hukum.
Kapolsek menegaskan, penyelesaian melalui problem solving menjadi salah satu upaya preventif Polri untuk menghindari konflik yang lebih besar. Selain menjaga harmoni sosial, langkah tersebut juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Keberhasilan penyelesaian masalah ini menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan solusi yang adil, humanis, dan profesional,” tutup Didik. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor