Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warganet Murka! Video Live Guru Diduga Lecehkan Penyandang Disabilitas

Slamet Harmoko • Minggu, 21 Desember 2025 | 09:59 WIB
Viral video guru diduga hina penyandang tuna wicara. (Istimewa).
Viral video guru diduga hina penyandang tuna wicara. (Istimewa).

Radarsampit.jawapos.com - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah kontroversi. Sebuah video siaran langsung yang beredar luas memicu kemarahan warganet karena menampilkan interaksi yang dinilai tidak manusiawi terhadap seorang penyandang disabilitas.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria yang diduga berprofesi sebagai guru sedang berinteraksi dengan Cahyo, seorang pria penyandang tuna wicara.

Pada awal siaran, interaksi tersebut terlihat seperti percakapan biasa. Namun, seiring berjalannya tayangan, banyak penonton menilai adanya sikap dan ucapan yang mengarah pada ejekan.

Nada bicara, gestur tubuh, hingga respons yang ditampilkan pria tersebut dianggap merendahkan kondisi Cahyo.

Apa yang diduga dimaksudkan sebagai candaan justru dipersepsikan publik sebagai bentuk pelecehan terhadap keterbatasan seseorang.

Tak membutuhkan waktu lama, potongan video itu menyebar luas ke berbagai platform media sosial.

Rekaman tersebut dibagikan ulang di linimasa hingga grup percakapan, dan langsung menjadi bahan perbincangan hangat di ruang digital.

Reaksi publik pun bermunculan. Kolom komentar dipenuhi kecaman, kritik tajam, serta desakan agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi.

Banyak warganet mengaku merasa tidak nyaman dan tersinggung setelah menonton tayangan tersebut.

Bagi sebagian penonton, kemarahan tidak hanya dipicu oleh adegan yang terlihat di layar, tetapi juga pesan tersirat di baliknya, yakni bagaimana seorang penyandang disabilitas diperlakukan di hadapan publik tanpa empati dan penghormatan.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi diskusi luas mengenai etika bermedia sosial, terutama bagi figur yang diduga berprofesi sebagai pendidik.

Publik menilai bahwa siapa pun yang memiliki peran mendidik seharusnya mampu menunjukkan sikap yang bijak, inklusif, serta menghargai martabat manusia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pria yang bersangkutan. Identitas oknum guru tersebut maupun asal institusi pendidikannya juga belum diketahui secara pasti.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ruang digital bukanlah tempat yang bebas dari tanggung jawab moral.

Di tengah maraknya konten siaran langsung, empati dan penghormatan terhadap penyandang disabilitas tetap menjadi nilai yang tidak boleh dikorbankan demi hiburan semata. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#mengejek #Tuna Wicara #guru #disabilitas