SIDOARJO, Radarsampit.jawapos.com - Warga Perum Sidokare Indah, Sidoarjo, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria paruh baya yang tersangkut di pagar rumahnya sendiri pada Kamis, 3 April.
Pria berusia 45 tahun tersebut diketahui bernama Achmad Rifa'i, seorang karyawan swasta yang tinggal di perumahan tersebut.
Kematian korban pertama kali diketahui oleh tetangganya yang melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya sebelum diteruskan ke Polsek Sidoarjo Kota.
Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Heri Setyo Susanto, membenarkan penemuan mayat tersebut dan menjelaskan bahwa anggota kepolisian segera bergegas menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Menurut keterangan Kompol Heri, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tersangkut di pagar rumahnya.
"Benar, ada orang meninggal dunia dalam kondisi tersangkut pagar rumahnya. Tetangganya yang melihat, kemudian melaporkan kejadian ini," ujarnya, seperti dilansir dari Radar Sidoarjo.
Salah satu tetangga korban, Maksum, menjelaskan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Achmad Rifa'i sempat terlihat mengayuh sepeda onthel dari luar menuju ke dalam rumahnya sekitar pukul 08.00.
Sekitar satu jam kemudian, ia terlihat sedang memperbaiki lampu emergency yang terletak di dinding atas rumahnya.
Namun, sore harinya, sekitar pukul 16.45, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
"Saya sedang menyapu halaman di depan rumah, saya lihat kok ada orang yang tersangkut di atas pagar. Setelah saya lihat lebih dekat, ternyata Pak Rifa'i, pemilik rumah," ungkap Maksum, yang berusia 67 tahun.
Menyaksikan peristiwa tersebut, Maksum mencoba menghubungi keluarga korban, namun diketahui bahwa keluarga korban sedang berada di Kediri.
Saat kejadian, Achmad Rifa'i diketahui sedang sendirian di rumah. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sidoarjo Kota.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk tas, kaos, uang tunai, ponsel, obat-obatan, dan barang pribadi lainnya.
Hingga saat ini, penyebab kematian korban masih belum diketahui secara pasti.
"Jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi," tegas Kapolsek Heri.
Polisi juga sedang meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta di balik kematian korban.
"Kami masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Masih dalam penyelidikan," tambahnya.
Meskipun telah dilakukan pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Pihak kepolisian terus mendalami penyebab kematian Achmad Rifa'i yang tragis ini, berharap dapat memberikan kejelasan kepada keluarga dan masyarakat setempat. (*/jpg)
Editor : Farid Mahliyannor