PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com - Masuknya ular berbahaya di kawasan pemukiman warga terus terjadi di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Apalagi saat ini musim penghujan. Terbaru ular piton berukuran satu meter menghebohkan warga di Jalan Sisingamaharaja. Ular itu masuk halaman rumah warga dan bersembunyi di rol pintu garasi rumah milik Angga, warga setempat.
Tidak ada warga terluka atau dipatuk ular, meski itu warga diminta waspada atas keberadaan ular, apalagi jika ada ular berbisa dan bisa membahayakan nyawa.
Masyarakat diminta segera menghubungi pihak terkait dalam penanganan, sehingga bisa ditangani secara baik tanpa menimbulkan korban jiwa.
Koordinator 112 Pemkot Palangka Raya Sucipto mengatakan, untuk kesekian kalinya melakukan penanganan ular piton, sebelumnya sempat penanganan ular sepanjang tiga meter lebih, kali ini hanya satu meter namun membuat heboh warga dan pemilik rumah.
”Kali ini kami tangani satu ular piton, jadi beberapa hari ini kita selalu tangani ular piton, lantaran musim hujan dan mencari mangsa, jadi masuk ke pemukiman warga,” ujarnya, Kamis (26/12/2024).
Sucipto menerangkan, keberadaan ular berdasarkan laporan Angga, yang barusan pulang dari tempat kerja. Disampaikan sesampainya di depan rumah berada di samping garasi parkir, membuka pintu garasi parkir saat itu ada sesuatu terasa mengganjal saat mendorong pintu roll parkir rumahnya.
Lalu, di cobalah melihat keadaan kecurigaan yang mengganjal pintu parkir garasi rumahnya, tiba tiba terlihat oleh anak ular piton sepanjang 1 meter dengan besar 3 per 4 INCI. Yang sedang menjalar berpindah dari bawa roll pintu dan bersembunyi. Lantaran ketakutan, Angga melapor ke Team Rescue Damkar.
Kemudian, atas laporan itu Team Rescue Damkar bergegas menuju lokasi rumah di Jalan Sisingamangaraja Induk. Diduga ular masuk untuk mencari mangsa, apalagi sekarang musim hujan.Sampai berhasil diamankan dan ditangkap.
”Jadi itu anak ular piton dan tidak lama dalam penanganan,” ujar Sucipto.
Ia menambahkan, ular bisa masuk rumah karena mencari makan kodok dan tikus. Karena tempat hewan ini hidup sudah tidak ada lagi makanan, sehingga suka dan tidak suka kehidupan ekosistem berubah menjadi lebih pendek.
Makanya, terkadang ada ular masuk rumah dan sudah sering terjadi masuk ke dalam lemari pakaian. Juga bersembunyi ditumpukan barang, bahkan juga ada yang bersembunyi di bawah kasur.
Tidak hanya itu, ada juga ditemukan ular yang bersembunyi di bawah bantal tidur atau selimut. Atas hal itu untuk mencegah masuknya jenis binatang apa saja, mka tutup rapat pintu atau lobang pentilasi juga lobang pembuangan air baik di kamar kecil maupun kamar mandi.
Lalu, usahakan barang-barang tidak berserakan dan membersihkan lingkungan sekitar rumah.
“Konkretnya, jaga lingkungan dan jangan melakukan evakuasi ular tanpa keahlian. Saya juga ingatkan jangan salah ular piton dan biawak sering memangsa kucing peliharaan selain ternak warga,” pungkasnya.
Sementara, pemilik rumah, Angga menyatakan terkejut dan syok lantaran ada ular di dekat garasi rumahnya. Ia pun tidak menyangka dan kuatir, jangan-jangan ada ular lain disekitar rumah.
Namun tetap mengapresiasi respons cepat tim Damkar untuk menangkap ular tersebut. ”Saya tadi usai pulang kerja, ada ular, makanya syok dan takut,” tandasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor