Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Modus Casting Iklan Palsu, Wanita Jadi Korban Eksploitasi, Video Ganti Baju Disebar

Farid Mahliyannor • Rabu, 18 Desember 2024 | 21:16 WIB
Ilustrasi ganti baju. (Foto: Dok. Instagram)
Ilustrasi ganti baju. (Foto: Dok. Instagram)

SURABAYA, radarsampit.jawapos.com - GN, 29, seorang perempuan menjadi korban penipuan casting iklan palsu dan penyebaran konten foto serta video dirinya saat ganti baju di sebuah apartemen di Surabaya Barat. 

Selain GN, diduga ada beberapa korban perempuan lain di Surabaya. GN merasa resah terkait adanya video dirinya saat ganti baju yang beredar di telegram dan X (dulu twitter) belakangan ini. Karena itu, ia melapor ke Polda Jatim agar pelaku bisa ditangkap. 

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat tahun 2017, GN mendapatkan tawaran untuk mengikuti casting iklan snack perusahaan ternama. GN sempat datang ke gudang di daerah Gresik lalu dilakukan pengambilan foto.

Selang beberapa hari GN dihubungi pelaku untuk mengikuti proses selanjutnya karena dinyatakan lolos tahapan selanjutnya. GN lalu datang ke salah satu apartemen di Surabaya Barat.

Saat itu GN berangkat bersama tiga temannya ke apartemen tersebut. Kebetulan korban dan temannya hendak ke mal di Surabaya Barat.

Setibanya di unit kamar tersebut, GN disuruh mengisi buku daftar hadir oleh pelaku. Saat mengisi daftar hadir itu, GN melihat ada banyak daftar nama perempuan lainnya.

GN sempat bertanya ke pelaku terkait keberadaan nama-nama tersebut. Namun pelaku bilang mereka sudah pulang.

Setelah itu GN disuruh untuk ganti baju oleh pelaku. Ada dua baju yang disiapkan oleh pelaku. Baju pertama adalah dress pendek berwarna hitam dan dress kedua adalah dress bunga bunga warna pink oranye. 

GN memilih dress kedua. Kemudian GN disuruh untuk masuk ke dalam kamar dan mulai ganti baju.

"Saya melihat langsung ke sisi kiri kamar, ada lemari pendek sebelahan dengan tempat tidur. Di atas lemari kecil itu ada handycam yang lensa nya mengarah ke saya. Namun saya tidak mengecek apakah handycam itu menyala atau tidak," ujar GN, Rabu (18/12).

Kemudian tanpa berpikir lama, GN langsung melempar baju ke arah handycam tersebut. GN bergegas keluar kamar untuk pindah ke kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan kamar. 

Namun saat masuk ke kamar mandi untuk ganti baju, GN tanpa mengecek lagi apakah ada kamera tersembunyi lain atau tidak.

Setelah itu GN menghubungi teman-temannya di lobby apartemen itu untuk naik ke unit kamar dan menemaninya. Sebab, saat itu GN merasa ada yang aneh.

Tidak sampai lima menit, teman GN datang. GN sudah berada di ruang tamu sedang di-briefing oleh pelaku untuk melakukan adegan aneh dan tidak senonoh seperti nungging dan membelakangi kamera.

GN juga sempat dibawa ke balkon untuk melakukan adegan ngemut permen seakan permen itu adalah produk yang sedang di-casting-kan. Setelah itu dia juga disuruh bersuara seperti “hmm enak” dan lain sebagainya. 

Usai adegan di balkon, GN langsung bergegas pamit pulang. Namun sebelum itu, dia ganti baju terlebih dahulu di kamar mandi dan ditemani seorang temannya.

GN lalu bergegas turun sehingga pelaku tidak lagi menyuruh melakukan adegan lainnya. 

Selain dirinya, GN menyebut ada korban lain yang diajak ke  kolam renang dengan menggunakan baju renang dan melakukan adegan yang sama seperti yang dilakukannya.

GN mengaku awalnya ingin menyimpan pengalaman itu hanya untuk dirinya. Namun pada 11 Desember 2024 lalu, ada salah satu korban yang mengirim direct message (DM) ke akun instagramnya.

"Ternyata dia mendapatkan video dan meng-capture saya karena saat itu saya memegang papan nama dan umur saya. Sehingga terlihat jelas nama saya. Sehingga korban ini mendapatkan identitas saya. Berarti video saya pun tersebar. Hal ini cukup meresahkan dan saya ingin sekali pelakunya tertangkap," bebernya.

Menanggapi laporan korban, Direktur Reserse Siber (Dirresiber) Polda Jatim, Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut sementara dalam proses penyelidikan.

"Saksi korban ada dua orang yang kami periksa, gali keterangan. Intinya proses penyelidikan sudah berjalan terus. Mohon waktu," tuturnya. (rus/jpc)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#penipuan #pelecehan #sebar video asusila