Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gamis 'Bini Orang' Jadi Tren Busana Wanita untuk Lebaran 1447 Hijriah/2026 M

Agus Jaka Purnama • Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:10 WIB

Model Busana Gamis 'Bini Orang' yang jadi tren baju baru lebaran tahun ini
Model Busana Gamis 'Bini Orang' yang jadi tren baju baru lebaran tahun ini

 

radarsampitjawapis.com-Menyambut hari besar keagamaan seperti Lebaran Idulfitri, sudah menjadi tradisi bagi setiap umat muslim mengenakan pakaian terbaru. Apalagi bagi kalangan perempuan, tak sekedar hanya baju baru, tetapi lebih cenderung mengikuti tren terkini, yang lagi viral dan digemari masyarakat.

Lebaran tahun 1447 Hijriah/2026 ini, Baju Gamis 'Bini Orang' nampaknya banyak digemari kaum perempuan sehingga jadi tren baju baru menyambut hari kemenangan itu. Tren itu pun membawa berkah bagi pedagang busana muslim. Seperti bagi pedagang di kawasan di Pasar Kapasan, Jalan Kapasan Kidul, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.

Meski sekilas namanya terdengar nyeleneh, gamis bini orang justru memiliki desain yang sederhana, tanpa banyak aksen berlebihan seperti payet, bordir mencolok, atau potongan asimetris ekstrem.

Ciri khasnya terletak pada bagian rok yang dibuat bertingkat dengan detail lengkungan, sehingga tampak jatuh dan anggun. Dari sisi bahan, gamis ini biasanya menggunakan kain rayon, silk, atau jersey yang ringan dan adem.

Suasana lorong Pasar Kapasan tampak ramai dipadati pembeli. Deretan toko busana muslim memajang gamis aneka warna dan model, sementara pedagang sibuk melayani tawar-menawar.

Beberapa lapak terlihat menonjolkan gamis berdesain simpel dengan potongan longgar dan rok berlayer di etalasenya. Model yang dijuluki gamis bini orang ini digadang-gadang bakal menjadi tren busana musim Lebaran 2026.

Salah satu pedagang busana muslim di Pasar Kapasan, Siti Aminah, 46 tahun, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, gamis bini orang banyak dicari kalangan muslimah setelah tren di media sosial.

"Gamis yang banyak dicari model Binor (bini orang), itu paling laris. Ada juga Gamis rompi lepas. Sekarang sudah ramai, tapi biasanya puncak orang berbelanja itu H-7 lebaran," tuturnya, Jumat (27/2).

Harga gamis bini orang pun beragam, tergantung model dan bahan busananya. Aminah menjual gamis Bini Orang bahan chiffon dengan harga Rp 175 ribu, sementara bahan silk dibanderol Rp 145 ribu.

"Harganya macam-macam, tergantung bahan. Bahan jersey, harganya Rp 265 Ribu, bahan chiffon Rp 175 Ribu. Yang paling laris bahan jersey, soalnya adem dan model simpel, tetapi cantik-cantik warnanya," ungkap Aminah.

 Pedagang lainnya, Dewiyanti, 51 tahun, juga mengatakan bahwa tahun ini, banyak muslimah yang datang ke Pasar Kapasan untuk melihat-lihat, membeli model gamis hini orang dan gamis rompi lepas.

"Kalau tahun kemarin (2025) nggak ada spesifik tren, random saja gamis yang laku, tergantung yang mau beli. Kalau tahun ini yang ramai ya ini (gamis bini orang) sama gamis rompi," ucap Dewiyanti.

Perempuan setinggi kurang lebih 150 cm itu mengaku hanya berjualan secara offline di Pasar Kapasan. Ia berharap tren busana gamis bini orang menjelang Lebaran 2026 ini dapat meningkatkan penjualannya.

"Sebenernya dibanding sama tahun lalu, sama saja, ya. Nggak ada peningkatan spesifik. Yang beda ya itu, tahun ini ada tren gamis bini orang, yang dicari-cari sama orang dan paling laris belakangan ini," paparnya.

Mengenai harganya pun sama, Dewiyanti menjual gamis bini orang dengan berbagai harga, tergantung model dan bahan busana. Untuk bahan ceruti dibanderol Rp 175 ribu, sementara model bordir dibanderol Rp 245 Ribu.

Sementara itu, asal mula nama Gamis Bini Orang diketahui berawal dari guyonan di media sosial. Konten kreator TikTok sekaligus fashion stylist, Andre Panaga, menyebut nama itu lahir dari pengamatannya terhadap model gamis tertentu.

Menurut Andre, model tersebut identik dengan tampilan yang sangat tertutup, rapi, dan terlihat “aman”. Di kalangan warganet, gaya seperti ini kerap dikaitkan dengan perempuan yang telah menikah.

Lewat konten TikTok bernuansa santai dan humor, ia kemudian mempopulerkan istilah tersebut sebagai label tren. Penyebutan itu dibuat ringan agar mudah dipahami dan cepat menarik perhatian pengguna media sosial.

Andre juga menegaskan tidak ada makna negatif di baliknya. Justru, sebutan itu dirancang supaya mudah diingat dan akhirnya gamis bini orang melekat sebagai tren busana muslim kekinian.(nov/sab/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#umat muslim #1447 Hijriah #lebaran #baju gamis #tren busana