radarsampit.jawapos.com- Komika Pandji Pragiwaksono dikabarkan telah dilaporkan oleh pihak yang mengklaim Presidium Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah,lantaran dianggap menistakan agama dan dugaan penghasutan di muka umum.
Laporan itu dibuat terkait materi dalam special show stand-up comedy berjudul Mens Rea. Dilayangkan pada 7 Januari 2026 dengan nomor registrasi LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan tercatat pada 8 Januari 2026.
Dalam laporan itu, Panji dianggap melanggar Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan laporan tersebut.
"Benar bahwa 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama inisial RARW," ujarnya, ke awak media, Jumat (9/1).
Budi mengatakan RARW melaporkan komika itu dengan dugaan penistaan agama dan dugaan penghasutan di muka umum."Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum," imbuhnya.
Sementara itu, pelapor yang mengeklaim sebagai Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid (RARW) mengatakan laporan itu dibuat karena materi komedi Pandji dianggap menghina dan menimbulkan kegaduhan.
"Menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik, dan memecah belah bangsa ini. Itu kan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak bangsa, anak Nahdliyin, juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," ujar Presedium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid, kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).
Rizki dan rekan-rekanntya juga menilai materi standup comedy Pandji itu berpotensi memecah belah dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.
"Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu. Karena imbalan begitu ya, imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," paparnya.
Namun belakangan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tegas membantah keterlibatan mereka dalam pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya itu. Kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah dan Angkatan Muda NU bukan bagian dari struktur resmi mereka.
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menegaskan, laporan yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU itu sama sekali tidak merepresentasikan PBNU, termasuk lembaga, badan otonom, hingga perkumpulan NU. “Kalau representasi PBNU jelas tidak,” tegasnya, dikutip dari nu.or.id, Sabtu (9/1/2026).
Gus Ulil tidak menampik, bahwa sejak duluterdapat kelompok atau individu yang mengatasnamakan NU. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka, sehingga siapa saja bisa membuat lembaga atas nama NU.
“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” terangnya.
Begitu juga dengan Muhammadiyah, Ketua Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik PP Muhammadiyah Taufiq Nugroho, menyatakan bahwa organisasinya tidak mengenal maupun terafiliasi dengan Aliansi Muda Muhammadiyah yang melaporkan komika tersebut, melalui pernyataan resminya pada Jumat (9/12/2026).
Ditegaskannya, Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan sikap resmi untuk melaporkan hal tersebut. Pihaknya menyatakan tidak ada instruksi baik lisan maupun tertulis dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menempuh jalur hukum terhadap komika tersebut.
Lebih lanjut, struktur organisasi Muhammadiyah tidak mengenal nama Aliansi Muda Muhammadiyah. Taufiq menduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan nama besar Muhammadiyah untuk kepentingan popularitas.
Terkait materi stand up Pandji yang menyinggung Muhammadiyah soal izin konsesi tambang, Taufiq menyatakan pihaknya menganggap hal tersebut kritik yang membangun. Ia menegaskan Muhammadiyah tidak ada melakukan pekerjaan pertambangan seperti yang dijanjikan pemerintah. PP Muhammadiyah memilih bersikap terbuka terhadap kritik dan tidak akan menempuh jalur hukum terhadap kritikan tersebut.
"Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART," demikian isi unggahan di akun Instagram yang dikelola Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, @lensamu, Jumat (9/1).
Terpisah, dalam unggahan video terbarunya di akun media sosialnya, Pandji menyatakan dalam kondisi baik dan kini berada di New York, dan berkumpul bersama keluarganya.
"Gua juga baik-baik aja, gua lagi di New York abis ngisi siaran. Dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, dan mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka," kata dia.
Pandji juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap dia dan stand up comedy hingga saat ini.
"I love you guys. Terima kasih sudah mencintai kesenian standup comedy, moga-moga gue masih punya banyak perkomedian untuk anda, bye."
Sebelumnya, Pandji juga angkat suara menanggapi derasnya kritik terhadap materi stand up comedy terbarunya itu. Ia menegaskan dirinya tidak merasa khawatir meski cuplikan materi tersebut menuai kontroversi dan berujung laporan ke kepolisian. Pernyataan itu disampaikan Pandji saat siaran langsung di akun X miliknya, Jumat (9/1).(int/gs)