“Aku mulai menikmatinya sekarang (kesuksesan lagu 'APT,' karena diriku mendapatkan umpan balik secara real-time tentang bagaimana perasaan penggemar tentang semuanya.”ungkap Rose.
Dirilis lima hari sebelum wawancara, lagu ini menandai babak baru bagi Rose, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota BLACKPINK. Dengan masing-masing anggota yang kini menjajaki jalur solo di bawah agensi yang berbeda, Rose juga mengambil kesempatan untuk membuat album ini.
“Aku khawatir, bahwa diriku tidak akan bisa merilis album yang bisa dibanggakan, jadi aku tidak memberitahu siapapun," katanya dikutip dari allkpop, Kamis (7/11).
"Namun sekarang setelah album ini keluar, aku merasa senang dan bangga,” ungkap penyanyi berdarah Selandia Baru dan Korea Selatan ini.
“Tidak ada rencana yang jelas untuk langkahku selanjutnya, itulah sebabnya mengapa berita ini muncul terlambat."
"Ada beberapa hal yang ingin ku lakukan, seperti membuat album, tetapi diriku tidak ingin terburu-buru."
"Aku pernah membuat musik solo sebelumnya, tetapi tidak pernah membuat full album. Aku harus percaya pada keputusan yang diriku buat,” ungkap Rose seperti yang dikutip dari Allkpop.
Rosé menandatangani kontrak manajemen musik asal Korea Selatan, Black Label pada tanggal 18 Juni 2024. Pada tanggal 16 September, Rosé mengumumkan kontrak globalnya dengan Atlantic Records untuk meluncurkan lagu 'APT.'
“Semua orang di sana luar biasa. Aku ingin menyelesaikan album ini dengan orang-orang yang dapat mendukung, dan merasa senang dengan keputusan ini. Pada akhirnya ini adalah pilihanku, jadi aku senang.”
Rose mencatat, bahwa kesuksesan lagu ini dipengaruhi oleh minat global terhadap budaya Korea Selatan.
“Aku ingin mengatakan, bahwa budaya Korea adalah salah satu yang paling menyenangkan di dunia. Secara pribadi, aku sangat senang bisa menunjukkannya kepada semua orang.”
“Aku bersyukur, telah mengalami beberapa hubungan seperti gadis biasa di usia 20-an. Aku harap orang-orang mengerti, bahwa diriku tidak jauh berbeda dengan pacar pada umumnya, atau gadis berusia 23 tahun."
"Mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa dapat memahami lagu-lagu ku, entah itu tentang pacar atau hubungan yang tidak sehat.”
“Usia 20-an adalah masa yang sulit. Ini adalah masa yang rentan, kebingungan, kegembiraan, dan bahkan kemarahan pada kehidupan. Itulah lagu yang ingin aku buat,” lanjut penyanyi utama di BLACKPINK tersebut.
Rosé, yang sebelumnya pernah terlibat dalam rumor negatif jika dirinya berasal dari Tiongkok dan rumor kencan, mengakui bahwa kebiasaan terburuknya adalah membaca komentar-komentar kebencian.
“Aku menyadari betapa rentan dan kecanduannya diriku terhadap dunia (online) ini. Aku memutuskan untuk menulis lagu, yang menunjukkan kepada orang-orang bahwa saya adalah seseorang yang mengalami emosi ini."
"Tapi tetap saja, aku ingin menyembunyikannya. Setiap kata yang saya tulis sangat menyentuh hatiku.”
Rose menggambarkan albumnya sebagai 'usia 20-an yang mengerikan' yang kini berusia 27 tahun, mengungkapkan keinginannya agar orang-orang memahaminya tanpa menghakimi.
“Aku siap untuk menjadi lebih rentan, terbuka, dan jujur sehingga orang-orang dapat menerimaku apa adanya,”tandas Rose. (er/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama