Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Artis Ini Terbilang Keras Dalam Mendidik Anak

Agus Jaka Purnama • Rabu, 17 Juli 2024 | 09:00 WIB

Sri Rossa Roslaina
Sri Rossa Roslaina
Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani atau yang akrab disapa Rossa, menerapkan cara orang tuanya dulu dalam mendidik anaknya, Rizky Langit Ramadhan. Pendidikan yang diterapkan memang cukup keras, namun kadarnya sudah dikurangi.

Rossa tegas menyatakan bahwa dirinya tidak sekeras orang tuanya yang mendidik dirinya dulu, ketika mendidik sang putra. Rossa menerapkan cara orang tuanya karena terasa manfaatnya berhasil membuatnya bertumbuh ke arah positif.

 Rossa bercerita, dirinya paling tidak suka anaknya membantah atau berkata dengan nada tinggi kepada dirinya. "Dulu pernah dijejali sambal," aku Rizky dalam podcast Denny Sumargo.

Rossa yang ada di tempat sama memberikan penjelasan. Saat itu, dirinya lagi makan tiba-tiba Rizky membantah atau berbicara dengan nada tinggi.

Rossa kemudian mengambil sambal dan langsung mengoleskannya ke mulut sang putra. "Dia nangis kan nggak bisa makan pedas. Dia nggak ngomel, kalau dia ngomel gua kasih lagi donk sekalian sama ayamnya," ujar Rossa sambil tertawa.

Rizky juga mengaku pernah dicubit kecil oleh Rossa sampai bagian tubuhnya membiru. Selain itu, Rossa juga pernah menyiram putranya dengan air dingin lantaran Rizky sudah berbohong.

 "Pernah disiram pakai air dingin gara-gara pernah ngumpetin nilai di tas. Ibu tanya, 'kaka katanya hari ini ujian ya ? Mana hasil ujiannya?' Tiba-tiba ibu nemu, dikasih tahu nilainya terus aku diguyur pakai air," cerita Rizky.

 Rossa mengakui memang melakukan hal itu ke Rizky. "Selain sudah bohong, memang jelek banget nilainya," kata Rossa.

Menurut beberapa ahli parenting, keras dalam mendidik berbeda dengan kasar. Orangtua yang mendidik anaknya dengan keras tetap dapat menunjukkan kelembutan dan kasih-sayang.

Sementara sikap kasar menandakan tercabutnya kelembutan dan itu berarti menjauh dari kebaikan. Sikap keras kerap dianggap sama dengan tegas, padahal sama sekali berbeda. Jika kita mendidik anak dengan keras tanpa ilmui, yang terjadi adalah pola asuh yang keras dan bahkan kasar, tanpa ada ketegasan. Tanpa empati dan kasih-sayang.

Hal yang perlu diwaspadai oleh mereka yang cenderung keras adalah mengendalikan emosi. Cara mendidik yang cenderung keras hanya akan baik apabila dilakukan oleh mereka yang kendali emosinya sangat kuat. Bukan reaktif yang lebih dekat dengan gegabah dan ceroboh. Tanpa ilmui dan kemampuan mengendalikan emosi, cara mendidik yang keras akan melahirkan permusuhan. Tak ada kepedulian antar saudara, tak ada empati kepada orang lain, termasuk kepada teman sebaya.

Sedangkan sikap kelembutan itu membaguskan segala sesuatu yang ia melekat kepadanya. Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu, kecuali ia akan membaguskannya. Dan tidaklah ia tercabut dari sesuatu, kecuali akan membawa kepada keburukan. Maka pada sikap tegas, kelembutan itu harus ada. Ketika untuk menegakkan pendidikan kadang harus keras, kelembutan itu harus ada. Tanpa kelembutan, kerasnya sikap menjadi tindakan gegabah dan kasar.(es/jpc/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama