KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terus mendorong generasi muda agar berperan aktif dalam pembangunan daerah. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga tampil sebagai pelopor, penggerak, dan aktor yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui program wirausaha muda serta berbagai kegiatan pembekalan dan pengembangan kapasitas kepemudaan sepanjang 2026.
"Program ini diarahkan untuk membekali generasi muda agar lebih peka membaca potensi daerah, mengenali peluang kerja, serta berani mengembangkan kemampuan dan menciptakan peluang usaha," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gumas Aprianto, Selasa (3/11).
Dia mengatakan, generasi muda harus memiliki pola pikir progresif dan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan. Mereka perlu menggali potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta mengambil bagian dalam berbagai sektor pembangunan.
"Jangan hanya duduk diam, tetapi harus memiliki kontribusi dan aksi nyata untuk mengisi maupun mendukung pembangunan daerah," tegasnya.
Menurutnya, dinamika sosial, politik, ekonomi, dan pembangunan daerah yang terus berubah menuntut generasi muda lebih adaptif, kreatif, inovatif, serta memiliki daya saing. Keterlibatan mereka dalam pembangunan tidak boleh berhenti sebatas wacana.
"Perlu keberanian mengambil peran, kemampuan mengembangkan gagasan, serta kemauan terlibat langsung dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat," katanya.
Aprianto mengakui, kontribusi generasi muda di Kabupaten Gumas selama ini menunjukkan perkembangan cukup baik. Namun, potensi tersebut masih perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah, terutama dengan menyediakan wadah, sarana, dan ruang aktualisasi bagi generasi muda.
"Peran generasi muda sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan. Mereka harus diberikan wadah dan sarana untuk mengembangkan potensi agar tidak kehilangan arah, terutama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, seperti narkoba dan pergaulan bebas," jelasnya.
Dia menambahkan, pembinaan kepemudaan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial atau pembekalan sesaat. Diperlukan ruang kreativitas yang berkelanjutan agar energi, minat, bakat, dan kreativitas generasi muda tersalurkan melalui kegiatan positif dan produktif.
Selain menjadi sasaran program pembinaan pemerintah, generasi muda juga perlu diberi kesempatan menyampaikan gagasan, menunjukkan kemampuan, menghasilkan karya, dan terlibat langsung dalam pembangunan daerah.
"Kami berharap terbentuk ruang aspirasi, kegiatan, maupun wadah kreativitas yang mampu mengakomodasi berbagai potensi generasi muda," pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno