Lestarikan Tradisi Dayak, Pemkab Gumas Beri Bantuan Rp99 Juta untuk Ritual Tiwah Tanjung Karitak

Arham Said • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:59 WIB

 

BANTUAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong menyerahkan secara simbolis bantuan untuk kegiatan ritual tiwah di Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang tahun 2026, Minggu (20/9/2026). FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT
BANTUAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong menyerahkan secara simbolis bantuan untuk kegiatan ritual tiwah di Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang tahun 2026, Minggu (20/9/2026). FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong menghadiri tabuh pertama ritual tiwah di Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang, Selasa (22/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya secara simbolis menyerahkan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas sebesar Rp99 juta untuk mendukung pelaksanaan ritual tiwah tahun 2026. Bantuan yang bersumber dari APBD Gumas itu diperuntukkan bagi upah laluh basir.

“Kami menyerahkan bantuan sebesar Rp99 juta yang berasal dari APBD Kabupaten Gumas tahun 2026 untuk upah laluh basir pada ritual tiwah Desa Tanjung Karitak,” kata Jaya.

Baca Juga: MPA Aktif Tangani Karhutla, DPRD Seruyan Minta Pemerintah Perkuat Dukungan Sarana dan Operasional

Menurutnya, ritual tiwah bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ritual keagamaan masyarakat Dayak yang memiliki nilai spiritual dan penghormatan terhadap leluhur. Pelestarian ritual tersebut juga sejalan dengan upaya menjaga nilai sosial dan budaya daerah.

Selain memiliki nilai keagamaan dan budaya, Jaya menilai ritual tiwah berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Ritual tiwah ini juga merupakan salah satu potensi wisata yang perlu untuk dikemas dan dipromosikan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Kalteng Minta Anggaran Pendidikan Merata, Sekolah di Pelosok Jangan Sampai Tertinggal

Dia berharap pelaksanaan ritual tersebut membawa berkah keselamatan, kemakmuran, dan keharmonisan bagi masyarakat. Momentum itu juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarkeluarga dan masyarakat.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gumas Yulius melalui Kabid Kesenian Ahmady mengatakan, pada hari pertama pelaksanaan ritual tiwah, terdapat empat arwah yang ditabuhkan. Ritual juga disertai kurban dua ekor kerbau dan dua ekor babi.

Menurutnya, sejak 2023 ritual tiwah mendapat perhatian besar dari Pemkab Gumas dan diarahkan menjadi salah satu daya tarik wisata daerah.

Baca Juga: Uang Rp100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu, BI Tegaskan Tetap Sah Jadi Alat Pembayaran

Ritual tiwah juga telah masuk dalam agenda pariwisata Gumas dan dicatat sebagai salah satu event pariwisata dalam calendar of event Provinsi Kalimantan Tengah.

“Dalam pelaksanaannya, ritual tiwah ini merupakan event yang kami catatkan dan agendakan sebagai event pariwisata di Kabupaten Gumas,” pungkasnya. (arm/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
Borneo ritual tiwah tradisi dayak Gunung Mas (Gumas) kalimantan