KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui sosialisasi penguatan kepemimpinan berintegritas dan strategi pencegahan korupsi 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama KPK RI di Palangka Raya. Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, materi yang diperoleh dalam pertemuan tersebut perlu segera disampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Materi dalam pertemuan tidak hanya berhenti di kami, tapi informasi yang didapatkan dari KPK bidang pencegahan bisa kami sampaikan pada pertemuan di tingkat kabupaten,” kata Jaya, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: MUSIM KEMARAU! 713 Ribu Liter Bantuan Air Bersih Disalurkan untuk Warga Kalteng
Menurutnya, korupsi masih menjadi tantangan serius dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, terdapat empat sektor yang dinilai rawan dan perlu mendapat perhatian khusus, yakni pengadaan barang dan jasa, pelayanan perizinan dan nonperizinan, jual beli jabatan, serta pengelolaan APBD.
“Empat sektor itu harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak boleh hanya dilakukan saat persoalan muncul, tetapi harus dibangun melalui sistem pengawasan, kepatuhan, transparansi serta kepemimpinan yang konsisten memberikan contoh,” tegasnya.
Jaya menekankan, pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran dan komitmen setiap aparatur. Sosialisasi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk saling mengingatkan dan memperkuat integritas.
Baca Juga: Tak Cukup Jaga Konsesi, PBS Diminta Bantu Padamkan Karhutla
“Yang terpenting dalam saling mengingatkan. Saya juga menyadari memiliki kelemahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Gumas berkomitmen memperkuat pengawasan dan membangun kepemimpinan berintegritas. Kesadaran ASN terhadap potensi kerawanan korupsi juga terus ditingkatkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bersih. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor