Empat Celah Korupsi di Pemkab Gumas Jadi Sorotan Bupati

Arham Said • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:24 WIB
ARAHAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong membuka dan memberikan arahan pada sosialisasi penguatan kepemimpinan berintegrasi dan strategi pencegahan korupsi tahun 2026, di GPU Damang Batu, Kuala Kurun, Senin (7/9/2026) siang. FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
ARAHAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong membuka dan memberikan arahan pada sosialisasi penguatan kepemimpinan berintegrasi dan strategi pencegahan korupsi tahun 2026, di GPU Damang Batu, Kuala Kurun, Senin (7/9/2026) siang. FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui sosialisasi penguatan kepemimpinan berintegritas dan strategi pencegahan korupsi 2026.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama KPK RI di Palangka Raya. Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, materi yang diperoleh dalam pertemuan tersebut perlu segera disampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Materi dalam pertemuan tidak hanya berhenti di kami, tapi informasi yang didapatkan dari KPK bidang pencegahan bisa kami sampaikan pada pertemuan di tingkat kabupaten,” kata Jaya, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: MUSIM KEMARAU! 713 Ribu Liter Bantuan Air Bersih Disalurkan untuk Warga Kalteng

Menurutnya, korupsi masih menjadi tantangan serius dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, terdapat empat sektor yang dinilai rawan dan perlu mendapat perhatian khusus, yakni pengadaan barang dan jasa, pelayanan perizinan dan nonperizinan, jual beli jabatan, serta pengelolaan APBD.

“Empat sektor itu harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak boleh hanya dilakukan saat persoalan muncul, tetapi harus dibangun melalui sistem pengawasan, kepatuhan, transparansi serta kepemimpinan yang konsisten memberikan contoh,” tegasnya.

Jaya menekankan, pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran dan komitmen setiap aparatur. Sosialisasi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk saling mengingatkan dan memperkuat integritas.

Baca Juga: Tak Cukup Jaga Konsesi, PBS Diminta Bantu Padamkan Karhutla

“Yang terpenting dalam saling mengingatkan. Saya juga menyadari memiliki kelemahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Gumas berkomitmen memperkuat pengawasan dan membangun kepemimpinan berintegritas. Kesadaran ASN terhadap potensi kerawanan korupsi juga terus ditingkatkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bersih. (arm/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
kemendagri korupsi gumas kpk pencegahan