KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong membuka kick off intervensi serentak percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2026.
Kegiatan diikuti para pemangku kepentingan dan terhubung melalui teleconference dengan sembilan kecamatan di Kabupaten Gumas.
Jaya mengatakan, kegiatan difokuskan pada pendataan, pengukuran, penimbangan, edukasi serta intervensi bagi ibu hamil dan balita. Upaya tersebut juga untuk meningkatkan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu hingga 100 persen.
Baca Juga: Knalpot Brong Jadi Target, Polisi Datangi Bengkel di Bukit Batu
“Kick off ini untuk memfokuskan intervensi serentak percepatan pencegahan dan penurunan stunting di seluruh kecamatan melalui pendataan, pengukuran, penimbangan, edukasi dan intervensi bagi ibu hamil serta balita,” ucap Jaya, Jumat (7/8/2026).
Ia menekankan pentingnya pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran secara akurat agar ibu hamil maupun balita yang mengalami masalah gizi segera mendapat pendampingan. Intervensi juga dirangkaikan dengan pemberian vitamin A dan obat cacing sesuai standar pelayanan kesehatan.
Baca Juga: DPRD Kalteng Ingatkan Pemda Soal Prioritas: Kebutuhan Warga Harus Diutamakan
Pemkab Gumas terus menekan angka stunting melalui pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, penguatan posyandu serta sinergi lintas sektor.
“Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa. Harus berinovasi dalam pelaksanaan intervensi serentak,” jelasnya.
Jaya menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik, tetapi berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Baca Juga: Taruna AAL Sambangi Polres Kotim, Sinergi TNI-Polri Diperkuat
Sementara itu, Kepala Bapperida Gumas Yantrio Aulia mengatakan, intervensi diharapkan memperkuat penanganan stunting, menurunkan prevalensi serta meningkatkan cakupan layanan bagi ibu hamil dan balita.
Selain intervensi serentak, kegiatan juga diisi pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA), bantuan sosial bagi keluarga berisiko stunting, penyaluran bibit hortikultura serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor