KUALA KURUN,jawapos.radarsampit.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Sahriah menilai, kehadiran sekolah rakyat bukan hanya sekedar menghadirkan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, tapi menjadi langkah strategis dari pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan, melalui upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Program sekolah rakyat merupakan kebijakan yang berpihak ke masyarakat. Anak-anak dari keluarga prasejahtera kini memiliki kesempatan yang sama untuk peroleh pendidikan berkualitas. Ini merupakan investasi besar mencetak generasi unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi," ucap Sahriah, Senin (3/8).
Dijelaskannya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah dari pembangunan daerah pada masa depan. Untuk itu, sekolah rakyat harus terus dikawal agar tidak hanya sukses di tahap awal saja, tetapi juga berkelanjutan dengan kualitas pendidikan yang semakin baik.
"Kami mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten (pemkab), karena berhasil menghadirkan sekolah rakyat permanen yang bisa memberi layanan pendidikan secara terpadu, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA," papar Sahriah.
Baca Juga: Gunung Mas Miliki Tiga Sekolah Lansia
Dia juga menuturkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya gedung sekolah atau jumlah peserta didik yang diterima. Tapi yang lebih penting adalah kualitas proses pembelajaran, pembentukan karakter, kompetensi para tenaga pendidik, hingga keberhasilan lulusan dalam meraih masa depan yang lebih baik.
"Kami dari DPRD akan terus mengawal program ini agar mendapat dukungan anggaran, peningkatan fasilitas serta penguatan kualitas tenaga pendidik. Sekolah rakyat harus benar-benar menjadi pusat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri dan mampu bersaing," tuturnya.
Politikus Partai Gerindra ini juga mengajak seluruh orang tua untuk berperan aktif mendampingi proses pendidikan anak. Keberhasilan pendidikan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Orang tua harus menjadi mitra sekolah. Dukungan keluarga akan memperkuat semangat belajar anak, sehingga tujuan menghadirkan pendidikan yang berkeadilan benar-benar dapat terwujud," imbuhnya.
Sebelumnya, telah dimulai open house dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Gunung Mas. Kegiatan ini sebagai ajang perkenalan lingkungan, fasilitas, dan sistem belajar bagi calon peserta didik serta orang tua.(arm/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama