Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mahasiswa KKN UPR Didorong Jadi Akselerator Program Tambun Bungai di Gumas

Arham Said • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:32 WIB
FOTO BERSAMA : Sekda Gumas Richard didampingi Asisten I Ruby Haris, Asisten II Baryen dan Kepala Bapperida Yantrio Aulia ketika berfoto bersama mahasiswa KKN reguler periode I Universitas Palangka Raya tahun 2026, Selasa (14/7/2026). FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT
FOTO BERSAMA : Sekda Gumas Richard didampingi Asisten I Ruby Haris, Asisten II Baryen dan Kepala Bapperida Yantrio Aulia ketika berfoto bersama mahasiswa KKN reguler periode I Universitas Palangka Raya tahun 2026, Selasa (14/7/2026). FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melaksanakan penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler pada periode I Universitas Palangka Raya di Kabupaten Gumas tahun 2026.

Kegiatan KKN merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dengan mempertemukan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah, dengan realitas kehidupan masyarakat di lapangan.

"Kami memaknai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat sebagai sebuah proses pembelajaran dua arah yang saling memberi manfaat," ucap Sekda Gumas Richard, Selasa (14/7/2026).

Dia mengakui, program KKN sebagai bentuk sinergi yang sangat strategis antar dunia pendidikan tinggi dengan program prioritas pembangunan di daerah, yang terangkum dalam program Tambun Bungai. Sinergi ini penting untuk terus dibangun, karena keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah semata.

Baca Juga: Evaluasi APBD 2025, DPRD Kalteng Beri Catatan untuk Perbaikan Kinerja Anggaran

"Kami meyakini kehadiran mahasiswa KKN dapat menjadi salah satu akselerator dalam mendukung capaian program tersebut, khususnya pada tingkat desa dan kelurahan yang jadi lokasi penempatan," terangnya.

Dia menyampaikan, lokasi penempatan KKN yang sudah ditentukan tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Gumas. Itu bisa menjadi laboratorium yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk belajar memahami kehidupan masyarakat pedesaan, mulai dari pola interaksi sosial, kearifan lokal, dan potensi sumber daya alam, serta permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Pengalaman belajar semacam ini tentu tidak akan sepenuhnya diperoleh pada ruang kuliah. Justru di desa, ilmu yang selama ini bersifat teoritis akan diuji dan diperkaya melalui praktik nyata di lapangan," ujarnya.

Selain menjadi sarana belajar, lanjut dia, diharapkan kehadiran mahasiswa KKN bisa memberi kontribusi pemikiran, ide dan gagasan yang konstruktif dalam membantu penyelesaian sejumlah permasalahan yang masih dihadapi masyarakat.

Baca Juga: Solar Subsidi Rawan Disalahgunakan Industri

Terdapat beberapa isu prioritas yang dapat menjadi perhatian dan sasaran program kerja mahasiswa selama kegiatan KKN yakni permasalahan stunting, kemiskinan, promosi wisata desa, pengelolaan sampah jadi usaha rumah tangga bernilai ekonomi, serta pemanfaatan lahan pekarangan.

"Kelima isu tersebut tentu tidak harus diselesaikan secara tuntas dalam waktu KKN yang relatif singkat. Namun, sekecil apapun ide, gagasan dan langkah nyata yang diberikan, saya yakin akan memberikan manfaat dan menjadi bekal pengalaman berharga, baik bagi masyarakat," jelasnya.

Dia meminta seluruh camat, kepala desa dan lurah pada lokasi penempatan KKN, agar menerima dan membimbing mahasiswa dengan kekeluargaan, sebagaimana layaknya menerima keluarga sendiri. Berikan kesempatan dan ruang yang seluas-luasnya untuk belajar dan berkarya dibtengah masyarakat.

"Saya berpesan kepada mahasiswa untuk jadikan setiap desa lokasi KKN sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Bangun komunikasi baik dengan kepala desa, lurah, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh warga," katanya.

Baca Juga: SILPA Kotim Capai Rp171,39 Miliar, DPRD Minta Proyek Tak Lagi Menumpuk di Akhir Tahun

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Gumas Yantrio Aulia mengatakan, pelaksanaan KKN adalah salah satu instrumen dalam bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mempertemukan teori di bangku kuliah dengan situasi dan kondisi sosial lapangan.

"Kami berharap selama KKN akan ada keterlibatan mahasiswa terhadap lima isu prioritas pemkab, di lokus KKN," tegasnya.

Dia menambahkan, penerimaan mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya dari berbagai fakultas dan program studi sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama yang ditandatangani Bupati Gumas dan Rektor Universitas Palangka Raya.

"Tanpa adanya kesepakatan bersama yang sudah ditandatangani bersama, tentunya kita tidak dapat berkolaborasi mewujudkan masyarakat Kabupaten Gumas yang maju dan sejahtera," pungkasnya. (arm/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
KKN UPR Palangka Raya gumas mahasiswa