Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Korban Kekerasan Diminta Tak Takut Melapor

Arham Said • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:56 WIB
Salah satu anak yang menjadi korban kekerasan ketika dikunjungi oleh sejumlah pihak terkait, belum lama ini.  (DP2KBP3A GUNUNG MAS FOR RADAR SAMPIT) 
Salah satu anak yang menjadi korban kekerasan ketika dikunjungi oleh sejumlah pihak terkait, belum lama ini.  (DP2KBP3A GUNUNG MAS FOR RADAR SAMPIT) 

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Wakil Bupati Gunung Mas (Gumas) Efrensia LP Umbing mengimbau perempuan dan anak di Kabupaten Gunung Mas agar tidak takut maupun malu melaporkan kasus kekerasan kepada pihak berwenang apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kekerasan.

"Jangan takut dan jangan malu melapor, karena korban dilindungi undang-undang," ujar Efrensia, Senin (29/6).

Ia mengatakan, masih banyak korban kekerasan yang enggan melapor karena mendapat ancaman, merasa malu, atau alasan lainnya. Padahal, tanpa adanya laporan, pelaku tidak dapat diproses secara hukum.

"Apabila tidak ada yang melapor, pelaku bisa saja merasa perbuatannya wajar dan tidak terjerat hukum sehingga terus mengulangi tindakan kekerasan terhadap korban," katanya.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gunung Mas, sepanjang 2025 tercatat empat kasus kekerasan terhadap perempuan dan satu kasus kekerasan terhadap anak yang telah ditangani.

Sementara itu, sejak Januari hingga saat ini pada 2026, tercatat satu kasus kekerasan terhadap perempuan dan tiga kasus kekerasan terhadap anak yang telah ditangani.

Efrensia menilai angka tersebut berpotensi hanya merupakan fenomena gunung es karena masih dimungkinkan banyak kasus yang tidak dilaporkan sehingga tidak tertangani.

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, lanjut dia, akan terus berupaya mempermudah proses pelaporan serta menindaklanjuti setiap laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga selesai ditangani.

"Kalau korban kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak takut dan tidak malu melapor, maka kami siap membantu," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas, Rina Sari, mengatakan pihaknya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Melalui sosialisasi, kami ingin memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam mencegah serta merespons kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitar," tandasnya. (arm/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
#kekerasan anak dan perempuan #Gunung Mas