Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perpustakaan Kini Jadi Ruang Inklusif, Bunda Literasi Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Fasilitas

Arham Said • Senin, 29 Juni 2026 | 22:07 WIB
KUNJUNGI : Bunda Literasi Gumas Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong ketika mengunjungi Gedung Perpustakaan Umum Daerah, pekan lalu. FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT
KUNJUNGI : Bunda Literasi Gumas Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong ketika mengunjungi Gedung Perpustakaan Umum Daerah, pekan lalu. FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Seluruh masyarakat diminta untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran, yang kini sudah bertransformasi menjadi ruang yang inklusif, nyaman, serta terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Perpustakaan sudah menjadi ruang yang inklusif, ramah bagi anak-anak, remaja, orang dewasa dan lansia, serta dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat," ucap Bunda Literasi Kabupaten Gumas Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Senin (29/6/2026).

Sekarang ini, kata dia, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi ruang publik yang mampu mendorong masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berkreasi dan kembangkan berbagai keterampilan.

Baca Juga: Melihat Gagasan Kandidat Calon Rektor UPR untuk Pengembangan Fakultas Kedokteran

"Perpustakaan merupakan jendela dunia. Untuk itu, mari memanfaatkan fasilitas di perpustakaan dalam upaya menambah wawasan, meningkatkan budaya membaca dan mengembangkan potensi diri," tegas Mimie yang juga menjabat Ketua TP-PKK Kabupaten Gumas ini.

Dia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak berkunjung ke perpustakaan sejak usia dini, sebagai salah satu upaya menumbuhkan minat baca sekaligus membentuk karakter generasi yang cerdas, kreatif dan berdaya saing.

"Penguatan budaya literasi menjadi langkah penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, keberadaan perpustakaan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana belajar sepanjang hayat," terangnya.

Baca Juga: Kontribusi Minim, Kinerja Persuda Banama Tingang Makmur Disentil Legislator Demokrat Kalteng

Dia menyampaikan, transformasi dari perpustakaan menjadi ruang inklusif sejalan dengan implementasi program transformasi perpustakaan yang berbasis inklusi sosial, yang dikembangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

"Melalui program ini, perpustakaan tidak hanya akan menyediakan koleksi buku, tapi juga menjadi wadah penyelenggaraan dari berbagai kegiatan edukatif, pelatihan keterampilan, diskusi dan pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Transformasi Energi: CNG 3 Kg Resmi Meluncur sebagai Pengganti LPG

Dia berharap sinergi pemerintah daerah, pengelola perpustakaan, satuan pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan mampu terus diperkuat, sehingga perpustakaan berkembang menjadi pusat kegiatan literasi inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Semoga semakin banyak masyarakat manfaatkan perpustakaan jadi ruang belajar, tempat bertukar pengetahuan, maupun sarana melahirkan berbagai inovasi untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas, mandiri dan sejahtera," pungkasnya. (arm/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#belajar #gumas #literasi #pendidikan #perpustakaan