KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pertanian terus mendorong penguatan sektor perkebunan kelapa sawit sebagai penopang ekonomi daerah. Upaya tersebut difokuskan pada percepatan program kebun plasma serta pendataan kebun sawit milik masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Aryantoni mengatakan, percepatan kebun plasma merupakan bagian dari program unggulan daerah Tambun Bungai Mandiri. Pemerintah daerah juga terus mengejar pemenuhan kewajiban perusahaan besar swasta (PBS) dalam membangun kebun plasma bagi masyarakat sekitar.
“Kebun plasma menjadi instrumen penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam industri kelapa sawit sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (8/6).
Selain itu, Pemkab Gumas melakukan pendataan kebun sawit rakyat untuk mendukung penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai legalitas usaha perkebunan. Legalitas tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani dalam akses pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran hasil produksi.
Aryantoni menjelaskan, percepatan program plasma dan pendataan kebun rakyat turut didukung melalui dana bagi hasil (DBH) sawit. Dengan dukungan tersebut, pemerintah optimistis pengembangan sawit rakyat dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan, investasi kelapa sawit selama ini telah berkontribusi terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, pembukaan lapangan kerja, hingga pemerataan ekonomi di pedesaan.
Saat ini, terdapat delapan PBS di sektor perkebunan sawit yang telah memenuhi kewajiban pembangunan kebun plasma. Namun, masih terdapat sejumlah perusahaan yang belum sepenuhnya merealisasikan kewajiban tersebut karena berbagai kendala.
“Terhadap PBS yang belum merealisasikan plasma, kami sudah mengirimkan surat untuk mengingatkan pelaksanaan kewajiban tersebut,” kata Aryantoni.
Pemkab Gumas menegaskan, penguatan program kebun plasma dan legalisasi kebun rakyat diharapkan dapat menjadikan sektor kelapa sawit sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal di daerah tersebut. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno