Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Desa Karya Bhakti Jadi Percontohan Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu

Arham Said • Selasa, 2 Juni 2026 | 09:45 WIB
Suasana demo masak diversifikasi hasil perikanan yang diikuti kader PKK dan ibu rumah tangga, di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, pekan lalu.  (DPKP GUNUNG MAS FOR RADAR SAMPIT)
Suasana demo masak diversifikasi hasil perikanan yang diikuti kader PKK dan ibu rumah tangga, di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, pekan lalu.  (DPKP GUNUNG MAS FOR RADAR SAMPIT)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menetapkan Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, sebagai percontohan Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu (Kapakat).

Kepala DPKP Kabupaten Gumas Eigh Manto mengatakan, Desa Karya Bhakti dipilih setelah melalui proses komunikasi, diskusi, dan kesepakatan dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan setempat.

“Desa Karya Bhakti dipilih sebagai pilot project Program Kapakat setelah melalui tahap komunikasi, diskusi, serta kesepakatan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat,” ujar Eigh Manto, Senin (1/6).

Menurut dia, Kapakat merupakan program inovasi yang menyinergikan berbagai kegiatan lintas bidang dengan fokus pada pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Program tersebut merupakan implementasi program nasional ketahanan pangan mandiri yang juga mendukung Program Huma Betang Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Program Tambun Bungai Mandiri Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

Ia menjelaskan, kegiatan dalam Program Kapakat meliputi pelatihan diversifikasi pangan lokal dan pangan berbahan baku ikan, sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Selain itu, program tersebut mencakup bantuan budidaya ikan di kolam pekarangan, bantuan benih sayuran yang terintegrasi dengan perkolaman, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Eigh Manto menuturkan, Program Kapakat telah dirancang sejak 2025 dan mulai diimplementasikan tahun ini di Desa Karya Bhakti. Sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain sosialisasi Gemarikan, demonstrasi memasak olahan hasil perikanan, serta penyerahan bantuan peralatan memasak kepada warga desa.

Ia menambahkan, kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Bhakti didominasi kalangan perempuan sehingga Program Kapakat juga mendukung pengarusutamaan gender.

“Yang menarik di Desa Karya Bhakti, kelompok pembudidaya ikan di sana terdiri atas kalangan ibu-ibu, sehingga Kapakat sekaligus mendukung pengarusutamaan gender,” tuturnya.

Melalui program tersebut, DPKP berharap masyarakat Desa Karya Bhakti dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menekan pengeluaran keluarga. Jika hasil panen melimpah, hasilnya juga dapat dijual untuk menambah pendapatan masyarakat desa. (arm/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
#Gunung Mas #ketahanan pangan