Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

DLH Sukamara Sosialisasikan Pengelolaan Sampah hingga Tingkat RT/RW

Fauziannur • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16 WIB
Pihak DLH Sukamara bersama RT/RW Kelurahan Mendawai Sukamara saat sosialisasi KIE pengelolaan sampah. (fauziannur/radar sampit)
Pihak DLH Sukamara bersama RT/RW Kelurahan Mendawai Sukamara saat sosialisasi KIE pengelolaan sampah. (fauziannur/radar sampit)

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukamara menyosialisasikan implementasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengelolaan Sampah Nasional kepada RT/RW di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sukamara, salah satunya di Kelurahan Mendawai.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga agar lebih baik dan efektif.

Kepala DLH Sukamara, Deny Haidarul Pitri, mengatakan sosialisasi diberikan kepada pengurus RT/RW terkait tata cara pemilahan sampah mulai dari lingkungan rumah tangga, seperti sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Sampah dipilah sejak dari rumah tangga sehingga saat diangkut ke tempat pembuangan akhir dapat dimanfaatkan sesuai jenisnya,” ujar Deny.

Dalam kegiatan tersebut, DLH juga menampung saran dan masukan masyarakat terkait pengelolaan sampah di lingkungan permukiman. Salah satu usulan yang disampaikan peserta ialah penyediaan bin box sebagai tempat penampungan sementara (TPS) kawasan.

Namun, menurut Deny, hingga saat ini di wilayah Mendawai belum tersedia lokasi yang representatif untuk penempatan fasilitas tersebut.

“Kami siap menempatkan bin box sebagai TPS kawasan di Mendawai jika tersedia lokasi yang tidak mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan sekitar,” katanya.

DLH juga mengimbau masyarakat memanfaatkan jasa angkut sampah yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) agar sampah dapat dibuang pada tempat yang semestinya.

Deny menegaskan, implementasi KIE pengelolaan sampah akan terus disosialisasikan kepada masyarakat meski kondisi anggaran masih terbatas.

Sementara itu, Desa Pudu, Kecamatan Sukamara, dijadikan desa percontohan pengelolaan persampahan dalam implementasi KIE lingkungan hidup. Desa tersebut dipilih karena telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R).

DLH berharap keberhasilan program KIE di Desa Pudu dapat menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah serupa. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#pengelolaan sampah #sukamara