KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Kontingen Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menampilkan tema Spirit of Tambun Bungai dalam karnaval budaya pada pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Kegiatan ini memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gumas, Yulius, mengatakan tema tersebut terinspirasi dari tokoh Tambun Bungai yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kalteng. Sosok tersebut juga melambangkan perjuangan dan semangat masyarakat Dayak.
“Tambun Bungai menjadi simbol perjuangan sekaligus semangat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah,” ujarnya, Senin (18/4).
Dalam penampilannya, kontingen Gumas mengangkat kisah perjuangan Tambun Bungai sebagai pejuang adat dan kebudayaan Dayak Ngaju di Kalteng. Selain itu, ditampilkan pula tradisi masyarakat Dayak yang menghormati senjata pusaka peninggalan leluhur, yaitu Lunju dan Dohong.
Menurut Yulius, kedua pusaka tersebut merupakan simbol keberanian, kehormatan, kekuatan spiritual, warisan leluhur, serta status sosial masyarakat Dayak di Kabupaten Gunung Mas.
Ia menegaskan, budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Dayak di Kalteng. Melalui FBIM, masyarakat diharapkan terus menjaga semangat persaudaraan dan pelestarian budaya daerah.
Selain karnaval budaya, kontingen Kabupaten Gumas juga mengikuti sejumlah cabang lomba dan pertunjukan budaya lainnya, seperti Parade Tari Daerah, Habayang Putra, Menyipet Putra, Jagau Bawi Nyai Pariwisata, Atraksi Sakepeng Putra, serta Parade Tradisi Lisan Karungut Putra.
Yulius menegaskan keikutsertaan Gumas dalam FBIM 2026 merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Dayak. Ia berharap pelaksanaan FBIM dapat menjaga keberlanjutan adat, seni, dan tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Kami berharap budaya dan tradisi leluhur tetap terjaga, dikenal generasi muda, serta menjadi daya tarik budaya dan pariwisata daerah,” katanya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno