KUALA KURUN,radarsampitjawapos.com- Puluhan peserta didik dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kuala Kurun, yang terletak di Desa Tumbang Hakau, Kecamatan Kurun, mengikuti sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak.
Sosialisasi digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) setempat.
"Kami memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang, dan mendukung upaya pencegahan serta penurunan angka perkawinan usia anak," ucap Ketua TP-PKK Kabupaten Gumas, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Minggu (10/5).
Dipaparkannya, dalam sosialisasi itu berbagai materi mengenai dampak negatif dari perkawinan usia dini terhadap pendidikan, kesehatan, kondisi psikologis, hingga ekonomi keluarga, yang diikuti sangat antusias oleh peserta didik.
"Kami juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik, agar mampu menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera," ungkap Mimie.
Baca Juga: Pemkab Gunung Mas Bahas Pengendalian Harga BBM Eceran
Selanjutnya, sosialisasi ini juga menekankan bahwa kesiapan calon orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan stunting. Menikah pada usia matang, akan memiliki kesiapan ekonomi yang baik, kebutuhan gizi, kesehatan dan pola asuh anak dapat terpenuhi secara optimal.
"Menikah sebaiknya dilakukan di usia yang matang, baik secara mental, fisik, maupun ekonomi. Dengan demikian, maka akan melahirkan generasi sehat dan berkualitas," imbuhnya.
Melalui kerjasama antara TP-PKK dan DP2KBP3A, diharapkan kegiatan edukasi seperti ini akan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk lebih fokus menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta merencanakan masa depan dengan bijak.
"Upaya bersama tersebut diharapkan bisa menekan angka perkawinan usia anak di Kabupaten Gumas, serta mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas dan bebas stunting," pungkas Mimie. (arm/gus)