Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pertalite Eceran di Kuala Kurun Capai Rp18.000 per Liter

Arham Said • Rabu, 22 April 2026 | 11:33 WIB
Suasana antrean panjang kendaraan roda empat untuk mendapat BBM, di SPBU Kuala Kurun, Selasa (21/4). (ARHAM SAID/RADAR SAMPIT)
Suasana antrean panjang kendaraan roda empat untuk mendapat BBM, di SPBU Kuala Kurun, Selasa (21/4). (ARHAM SAID/RADAR SAMPIT)

 

 KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat eceran di Kota Kuala Kurun melonjak hingga Rp18.000 per liter, jauh di atas harga resmi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebesar Rp10.000 per liter.

Kenaikan harga tersebut memicu keresahan warga karena dinilai tidak wajar. Selain itu, masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk membeli BBM di SPBU, kondisi yang terjadi hampir setiap hari.

Hendi (30), warga Kuala Kurun, mengaku terpaksa membeli Pertalite eceran akibat panjangnya antrean di SPBU. “Kalau membeli di SPBU, harus antre minimal satu jam,” ujarnya.

Menurut dia, tingginya harga di tingkat eceran menimbulkan pertanyaan di masyarakat, mengingat distribusi BBM ke SPBU di Kuala Kurun disebut berjalan lancar setiap hari. Ia menilai kondisi tersebut sangat memberatkan warga, terutama yang bekerja serabutan.

Hendi mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk turun langsung memantau harga BBM eceran dan memperketat pengawasan. Ia juga meminta penertiban terhadap pelangsir yang diduga menyebabkan kelangkaan di SPBU.

Senada, warga lainnya, Riska (32), menyoroti dugaan ketimpangan distribusi BBM yang dinilai hanya menguntungkan pihak tertentu. “Saat kami datang ke SPBU, stoknya sudah habis,” katanya.

Riska meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan intensif terhadap distribusi dan penjualan BBM di seluruh SPBU, serta menindak tegas oknum yang diduga terlibat praktik penyimpangan.

Warga khawatir kondisi ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM di Kabupaten Gunung Mas jika tidak segera ditangani. (arm/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
#bbm #Gunung Mas (Gumas) #spbu