KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing menegaskan perlunya kerja cepat, terukur, dan terintegrasi dalam pengelolaan sampah oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gunung Mas, Rabu (15/4). Langkah ini dinilai penting agar daerah tersebut dapat keluar dari ancaman sanksi sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Efrensia mengatakan, pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara biasa tanpa arah, ukuran, dan hasil nyata. Ia menilai program yang selama ini dibahas masih bersifat normatif dan belum memiliki indikator kinerja yang jelas serta terukur.
“Setiap perangkat daerah harus merumuskan indikator kinerja yang konkret, dilengkapi angka kuantitatif yang dapat dievaluasi. Program harus memiliki dampak yang jelas dan dapat dibuktikan, bukan sekadar klaim tanpa data,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah, bukan hanya satu instansi. Hal ini juga berkaitan dengan ancaman sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang ditujukan kepada pemerintah daerah.
“Yang akan dikenai sanksi adalah pemerintah daerah secara keseluruhan. Karena itu, semua pihak harus kompak untuk keluar dari situasi ini,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Efrensia meminta adanya ketegasan internal, termasuk pemberian sanksi bagi perangkat daerah yang tidak menunjukkan kinerja dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah.
Selain itu, ia menugaskan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan (DLHKP) setempat untuk menyiapkan bahan sosialisasi yang komprehensif bagi sekolah, perangkat daerah, serta publik, dengan dukungan publikasi dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik.
Ia juga menekankan pentingnya indikator keberhasilan, seperti jumlah bank sampah, volume sampah yang dikelola, serta dampak nyata dari setiap kegiatan.
Di sisi lain, dukungan anggaran dinilai penting untuk menjalankan program prioritas, seperti pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang tidak hanya memilah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan teknologi pirolisis, yakni mesin yang mampu mengolah sampah organik dan plastik menjadi bahan bakar setara solar sehingga memiliki nilai manfaat ekonomis. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno