
Tak Hanya Memberitakan, Tapi Wujudkan Kepedulian
Di tengah panas menyengat dan kepulan asap bisa membuat napas sesak, para relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berjibaku melawan api. Berjam-jam di lapangan, menyusuri lahan terbakar dengan medan ekstrem, menjadi bagian dari perjuangan mereka agar api tidak semakin meluas.
------------------------------
Perjuangan itu tidak luput dari perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selama ini, para wartawan merekam dan menyampaikan perjuangan para petugas serta relawan kepada masyarakat melalui pemberitaan.
Namun kali ini, kepedulian diwujudkan dengan turun menyambangi para relawan. Memberi semangat, sekaligus mengantarkan suplemen untuk membantu menjaga stamina mereka.
Bantuan itu menjadi pesan sederhana; ada perhatian untuk mereka yang berada di garis depan. Ketika sebagian orang melihat kepulan asap dari kejauhan, para relawan justru mendekat ke titik api demi mencegah api meluas dan mengancam kehidupan.
Aksi sosial itu merupakan kolaborasi antara PWI Kotim bersama PT NSS Group, memberikan dukungan kepada para relawan dan petugas yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
Baca Juga: PWI Kotim dan PT NSP Salurkan Bantuan untuk Petugas Karhutla
Bantuan yang disalurkan cukup beragam. Sebanyak 60 dus air mineral botol, 20 dus sari kacang hijau, 20 dus vitamin C botol kaca, 20 dus susu kaleng, 40 kotak snack cokelat, hingga 60 kotak masker dengan total 3.000 lembar akan disalurkan kepada para pejuang di garis depan pemadaman.
Ketua PWI Kotim Siti Fauziah mengatakan, aksi tersebut berangkat dari rasa kepedulian terhadap para relawan yang selama ini bekerja tanpa kenal lelah menghadapi kebakaran.
"Kami tidak hanya ingin memberitakan perjuangan mereka. Kami juga ingin menunjukkan kepedulian. Teman-teman relawan bekerja di tengah panas dan asap, sehingga kondisi kesehatan dan stamina mereka juga perlu diperhatikan," ungkapnya didampingi beberapa pengurus dan anggota PWI Kotim, saat menyambangi salah satu lokasi karhutla, Kamis (27/8) sore.
Diungkapkannya pula, selain menghadapi panas dari kobaran api, asap tebal dan kondisi lahan yang sulit dilalui menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit personel yang harus mendapatkan perawatan karena kelelahan dan terpapar asap selama menjalankan tugas.
“Kondisi itulah yang kemudian menjadi perhatian kami di PWI bersama, pihak NSS Group,” tukas Siti.
Sepekan sebelumnya, gagasan memberikan bantuan kepada para relawan muncul dalam diskusi antara pengurus dan sejumlah anggota PWI Kotim bersama pihak perusahaan. Pertemuan tersebut juga difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim.
Karhutla yang terjadi secara masif di sejumlah wilayah Kotim menjadi topik utama dalam perbincangan tersebut. Dari diskusi itu, muncul keinginan untuk tidak hanya menyaksikan perjuangan para petugas dari kejauhan, tetapi juga mengambil bagian melalui aksi sosial.
Pihak NSS Group pun merespons positif gagasan tersebut. Kolaborasi kemudian terjalin untuk menyiapkan kebutuhan yang diharapkan dapat membantu menjaga kondisi para petugas dan relawan selama menjalankan tugas.
Menurut Siti, bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan beratnya perjuangan yang dihadapi para relawan. Namun, perhatian sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
"Kami berterima kasih kepada NSS Group yang ikut bersama-sama memberikan perhatian kepada para relawan. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa menjadi penyemangat bagi mereka," imbuhnya.
Siti Fauziah juga mengapresiasi para relawan yang tetap turun ke lokasi kebakaran meski harus menghadapi berbagai risiko. Menurutnya, perjuangan mereka bukan sekadar memadamkan api, melainkan juga menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak asap serta kebakaran yang lebih luas.
Bagi PWI Kotim, karhutla adalah persoalan bersama yang penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas pemadam. Dukungan masyarakat, organisasi, hingga dunia usaha juga menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana tersebut.
"Karhutla adalah persoalan bersama. Karena itu, kepedulian juga harus datang dari banyak pihak. Kami berharap semakin banyak pihak ikut mengambil bagian sesuai kemampuannya," pungkas Siti Fauziah.
Siti berharap kondisi karhutla di Kotim segera terkendali. Ia juga mendoakan seluruh petugas dan relawan yang masih bekerja di lapangan selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.
"Terima kasih kepada seluruh relawan yang sudah berjuang. Jaga kesehatan dan keselamatan. Semoga api segera padam," tandasnya. (ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama