
Kebakaran bangunan yang menyebabkan kerugian materiil dan trauma bagi korbannya, masih marak terjadi belakangan ini. Seperti pada Jumat (29/5) kemarin, dilaporkan empat bangunan terbakar. Pertama, menimpa 1 unit rumah di Desa Sungai Tendang Kecamatan Kumai, dan 4 unit bangunan di Desa Hampalit Gang Ikhlas RT 013, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.
------------------
Usai adzan subuh, warga Jalan Meden, RT 03, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dibuat geger oleh teriakan warga terjadinya kebakaran rumah di lingkungan mereka, Jumat (29/5), sekitar pukul 04.20 WIB.
Mendengar teriakan, sebagian warga yang masih terlelap dalam tidur beranjak bangun. Tanpa di komando mereka bahu membahu mencoba memadamkan api yang telah berkobar dari rumah milik Mat Amin.
Bangunan dengan konstruksi kayu itu, dalam waktu singkat sudah diselimuti oleh kobaran api dan asap tebal, warga yang mengandalkan peralatan manual, kewalahan memadamkan api.
Meski sudah dilaporkan ke Mako Damkar, namun kendala jarak tempuh yang jauh membuat penanganan berjalan lamban. Tiga unit pemadam kebakaran dan 1 unit pemadam dari Kecamatan Kumai dikerahkan dalam musibah tersebut.
Belum diketahui, penyebab terbakarnya Rumah tersebut, begitu pula dengan kerugian belum bisa ditaksir. Informasi warga setempat rumah tersebut saat kejadian dalam keadaan kosong tanpa penghuni.
Sementara itu ,di Jalan Bhayangkara, api juga membakar salah satu POM Mini. "Saat mengisi ulang BBM, diduga terjadi korsleting saat pengisian, beruntung api dapat dipadamkan dengan APAR," kata salah satu warga Pangkalan Bun, Pato.
Selain itu, kebakaran nyaris terjadi di Kumai Hilir, satu unit mesin cuci milik warga meleleh dan habis terbakar akibat korsleting arus pendek listrik.
Sehari sebelumnya, warga juga digegerkan oleh terbakarnya satu unit kendaraan bermotor roda dua hingga tersisa kerangka di depan Taman Pemakaman Umum (TPU) Sekip.
"Mendengar ada orang berteriak, saya melihat asap tebal dan motor sudah terbakar, tidak lama api padam sendirinya menyisakan kendaraan yang tinggal kerangka," kata Siti, salah satu pedagang Kembang di TPU Sekip.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kobar, Dwi Agus Suhartono mengatakan dalam peristiwa kebakaran permukiman di Jalan Meden, Sungai Tendang, Damkar Kobar mengerahkan 3 unit pemadam kebakaran lokasi kejadian.
"Satu rumah rusak berat akibat peristiwa tersebut, penanganan yang dilakukan oleh Damkar Kobar sekitar 30 menit," terangnya.
Sebelumnya, dalam dua hari (25-26/5), rentetan peristiwa kebakaran juga menghanguskan sejumlah bangunan di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kecamatan Kumai dan Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar.
Mirisnya, tiga lokasi kebakaran di tiga kecamatan tersebut berada di lokasi yang jarak tempuhnya lumayan jauh dari Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kobar.
Selain di Kotawaringin Barat, pada Jumat (29/5) kemarin kebakaran hebat juga terjadi di Desa Hampalit Gang Ikhlas RT 013, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.
Sedikitnya tiga bangunan semi permanen berbahan kayu ludes dilalap api dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.50 WIB dan membuat warga panik karena kobaran api cepat membesar di tengah padatnya permukiman.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Katingan, Wahiman mengatakan, bangunan yang terbakar masing-masing milik Aman Berdosa, Amat Badali dan sebuah barak milik Amang Said.
“Menurut keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari bagian atas genteng rumah milik Amat Badali. Warga kemudian berteriak meminta bantuan karena api dengan cepat membesar,” terangnya.
Melihat asal api tersebut, kembali diduga pemicunya berasal dari korsleting listrik. Kobaran api yang membesar dengan cepat langsung merembet ke bangunan lain lantaran jarak antar rumah yang berdekatan serta mayoritas bangunan terbuat dari kayu.
Petugas Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kereng Pangi menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter lengkap dengan perlengkapan APD.
“Petugas tiba sekitar pukul 10.10 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur gabungan,” katanya.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, PMI, Linmas, relawan pemadam kebakaran Kereng Pangi serta masyarakat setempat berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke rumah warga lainnya.
Setelah hampir dua jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah terhadap bangunan dan harta benda milik warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp400 juta,” pungkas Wahiman.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran itu masih dalam penyelidikan pihak berwajib, guna memastikan sumber api yang memicu kebakaran tersebut.
Sementara itu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) mencatat, sejak Januari hingga April 2026 sebanyak 33 peristiwa kebakaran, dan sebagian besar dipicu korsleting listrik.
Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan instalasi listrik yang telah berusia lebih dari 10 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena rentan mengalami kerusakan pada sambungan kabel maupun stop kontak.
“Kami mengimbau masyarakat agar secara berkala mengecek jaringan listrik di rumah masing-masing, terutama yang instalasinya sudah lama,” ujarnya, belum lama ini.
Menurutnya, salah satu kelemahan instalasi listrik lama terdapat pada sambungan kabel, stop kontak, hingga sambungan langsung antarbangunan yang berpotensi menimbulkan gangguan arus listrik.
Selain itu, penggunaan peralatan listrik yang tidak berkualitas juga dinilai dapat memicu panas berlebih apabila digunakan terus-menerus.
“Kalau panas terus-menerus bisa menimbulkan titik panas yang akhirnya menyebabkan kebakaran,” tambahnya.
Karena itu, masyarakat diminta segera memperbaiki instalasi listrik yang rusak atau tidak layak guna meminimalkan risiko kebakaran.(tyo/ktr-2/ktr-3/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama