Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Melihat Wajah Baru Kota Palangka Raya. Habiskan Rp133 Miliar Lebih, Kawasan RTH Bundaran Besar Jadi Pusat Rekreasi dan Edukasi

Dodi Abdul Qadir • Senin, 25 Mei 2026 | 06:50 WIB
Warga saat menikmati pemandangan menjelang malam hari, dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO) kawasan RTH Bundaran Besar Palangka Raya. (dodi/radarsampit)
Warga saat menikmati pemandangan menjelang malam hari, dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO) kawasan RTH Bundaran Besar Palangka Raya. (dodi/radarsampit)

Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam satu kawasan Bundaran Besar Palangka Raya telah resmi dibuka untuk umum pada 2 Mei 2026 lalu. Proyek megah itu, kini menjadi ikon atau wajah baru Ibu Kota Kalimantan Tengah (Kalteng). Dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi, ruang interaksi sosial dan sarana edukasi yang ramah lingkungan serta nyaman.

----------------------------

Saat malam tiba, cahaya lampu terlihat menari di antara hijaunya pepohonan. Terlihat anak-anak berlarian riang di taman bermain, sejumlah keluarga duduk santai sambil menikmati kuliner. Nampak pula sementara muda-mudi berburu sudut  terbaik, dengan latar belakang Tugu Talawang setinggi sekitar 45 meter.

Kini, Bundaran Besar tak lagi hanya menjadi titik temu di pusat kota. Kawasan yang menjadi seluas sekitar 5,1 hektare itu telah bertransformasi menjadi ruang kebanggaan publik.  Konsep keindahan, sejarah, seni, budaya, dan masa depan Kalteng bertemu dalam satu kawasan yang hidup.

Tak jauh dari sana, sentra kuliner menjadi tempat warga menikmati makanan dan minuman.

Menariknya, kawasan ini juga dilengkapi parkir bawah tanah (basement) modern berkapasitas sekitar 80 mobil dan 500 sepeda motor, dengan akses masuk melalui Jalan Pierre Tandean dan keluar melalui Jalan Brigjen Katamso. RTH ini terhubung langsung dengan Bundaran Besar melalui akses ruang bawah tanah yang unik. Selain itu, di atasnya ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Ada juga fasilitas umum seperti toilet bersih, musala terpisah, hingga sistem keamanan, termasuk pencegahan kebakaran juga melengkapi kenyamanan pengunjung.

Kemudian ada lorong bawah tanah, pengunjung tak hanya parkir. Ada lorong panorama yang menyuguhkan informasi visual tentang pembangunan Kalteng, dokumentasi sejarah, foto-foto para gubernur, hingga jajaran kepala daerah dan forum komunikasi perangkat daerah (forkopimda). Ruang ini menjadi semacam museum mini yang mempertemukan suasana rekreasi dengan edukasi.

Baca Juga: Legislatif Usulkan RTH di Stadion 29 Nopember Sampit Dikelola Dispora Kotim

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Prof Dr Ir Juni Gultom, pembangunan RTH Bundaran Besar diharapkan tidak hanya mempercantik wajah Palangka Raya, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, serta mendukung peningkatan kualitas lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Banyak fasilitas yang dihadirkan. Ada spot foto, taman bermain anak, sentra kuliner, ruang interaksi keluarga,” ungkapnya.

Atin, seorang warga Palangka Raya, mengaku kawasan tersebut menjadi tempat yang selama ini mereka rindukan. “Ini jadi lokasi untuk menikmati keindahan Kota Palangka Raya bersama keluarga. Banyak fasilitasnya dan benar-benar bisa dirasakan secara gratis,” ujarnya.

Karim, warga lainnya. Menilai bahwa RTH Bundaran Besar bukan hanya kebanggaan baru masyarakat Kalteng, tetapi juga simbol pembangunan yang memadukan kemajuan dengan budaya dan lingkungan.

“Tempat ini membuka wawasan tentang budaya, sekaligus mengenal sejarah perkembangan daerah,” imbuhnya. Baginya, kawasan ini layak disebut paru-paru kota. Sebuah ruang interaksi yang hidup, tempat masyarakat berkumpul, belajar, dan menikmati suasana kota.

“Ini simbol harmoni antara pembangunan dan kelestarian alam di Bumi Tambun Bungai. Semoga bisa dicontoh daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu diketahui, demi terwujudnya kawasan itu, Pemprov Kalteng menggelontorkan anggaran mencapai Rp 133 Miliar lebih. Data dihimpun dari LPSE Kalteng, proyek yang dikelola oleh Dinas PUPR Kalteng itu dikerjakan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pada tahun anggaran 2024, proyek pembangunan ini telah menyerap dana sebesar Rp 89.918.400.000 bersumber dari APBD 2024.Kemudian proyek ini berlanjut pada tahun 2025 dengan tambahan anggaran sebesar Rp 43.950.000.000, sebagaimana tercantum dalam LPSE Kalteng. Dengan demikian, total anggaran yang digunakan untuk pembangunan RTH, JPO, dan tempat parkir di kawasan Bundaran Besar itu mencapai Rp 133.868.400.000.(*/gus)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kawasan RTH #Bundaran Besar Palangka Raya #ruang bawah tanah #dinas pupr #kalimantan tengah