Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Melihat Ansitipasi Pengamanan Peringatan May Day di Kalteng. Lima Poin Penting Jadi Acuan untuk Tangani Konsentrasi Massa

Agus Jaka Purnama • Kamis, 30 April 2026 | 06:21 WIB
Personel Polda Kalteng saat melakukan simulasi penanganan massa sebagai persiapakan pengamanan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.(dodi/radarsampit)
Personel Polda Kalteng saat melakukan simulasi penanganan massa sebagai persiapakan pengamanan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.(dodi/radarsampit)

Hari Buruh Internasional  atau May Day 2026 yang akan diperingati serentak pada Jumat 1 Mei, biasanya akan ada konsentrasi massa yang menyampaikan aspirasinya. Mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtbimas), Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mempersiapkan antisipasi dengan mengerahkan ribuan personelnya.

------------------------------

Peringatan Hari Buruh (May Day), rencananya akan digelar secara nasional yang digawangi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026, besok.

Melalui siaran persnya, Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan, pihaknya memutuskan untuk menggelar perayaan May Day bersama Presiden di kawasan Monas. Kepastian itu setelah pihaknya berdiskusi langsung dengan Presiden RI Prabowo, sekitar satu setengah jam pada Selasa (28/4). Selain itu, KSPI juga akan menggelar kegiatan di lebih dari 350 kota di 38 provinsi.

"Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya," ujar Said, dikutip dari siaran pers, Rabu (29/4).

Keputusan itu menggantikan rencana awal aksi yang sebelumnya akan digelar di Gedung DPR RI. Said menjelaskan, sebelum 1 Mei, KSPI telah lebih dulu meminta waktu untuk bertemu presiden, guna menyampaikan 11 tuntutan buruh.

Ditegaskannya, May Day tidak seharusnya hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan ruang menyuarakan aspirasi pekerja secara langsung kepada pemerintah. Ia menyebut sebagian dari tuntutan yang disampaikan telah mendapat respons dari Presiden.

"Dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari presiden," beber Said.

Sementara itu, sebagai antisipasi  pengamanan konsentrasi massa di Kalteng, sebanyak 3.178 personel Polda disiagakan.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan, May Day selalu menjadi momen krusial karena berpotensi menghadirkan aksi massa dalam jumlah besar. Pihaknya telah menggelar Gladi Posko dan Tactical Floor Game, untuk menguji rencana pengamanan, menyamakan persepsi, serta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan taktis.

Menurutnya, setiap satuan tugas harus memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, termasuk pola bertindak dalam kondisi normal maupun darurat.

Kapolda juga menekankan lima poin penting kepada seluruh personel. Di antaranya, pemahaman tugas dan alur komando, penguatan koordinasi antar-satuan, pendekatan humanis dalam pengamanan, kesiapan menghadapi berbagai skenario gangguan, serta memastikan dukungan sarana dan prasarana dalam kondisi optimal.

“Personel harus mengedepankan langkah preemtif dan preventif, namun tetap siap bertindak tegas dan terukur sesuai SOP, jika situasi memanas,” terang Iwan Kurniawan.

Ditegaskannya, seluruh skenario pengamanan telah dipetakan, mulai dari pengawalan aksi penyampaian aspirasi secara damai, hingga langkah antisipasi jika situasi berubah menjadi chaos.

Baca Juga: Peringati Hari Buruh, Inilah Sebelas Tuntutan Aliansi, Salah Satunya Desak Kenaikan Gaji hingga Sanksi

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan, ribuan personel tersebut telah dipetakan dan ditempatkan di seluruh jajaran Polda maupun Polres.Dari jumlah tersebut, 519 personel Polda Kalteng diterjunkan langsung, sementara Polresta Palangka Raya menyiapkan 270 personel.

Pengamanan juga diperkuat di sejumlah daerah lain. Polres Kapuas mengerahkan 200 personel, Polres Pulang Pisau 220 personel, dan Polres Katingan 210 personel. Kemudian di wilayah barat, Polres Kotawaringin Timur menurunkan 160 personel, Polres Seruyan 183 personel, Polres Kotawaringin Barat 178 personel, Polres Lamandau 200 personel, serta Polres Sukamara 173 personel.

Sementara di kawasan tengah hingga utara, Polres Gunung Mas menyiagakan 220 personel, Polres Barito Selatan 150 personel, Polres Barito Timur 155 personel, Polres Barito Utara 180 personel, dan Polres Murung Raya 160 personel.

Ditegaskan Budi, Polda Kalteng memastikan seluruh personel siap mengamankan titik-titik kegiatan. Mulai dari pusat aksi massa hingga lokasi strategis yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.

“Kami mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Polda berharap peringatan May Day tahun ini menjadi momentum penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan bermartabat,” imbuhnya.

Terpisah, Polres Kotim juga telah menggelar Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), menjelang peringatan Hari Buruh Internasional.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menjelaskan, latihan Sispamkota merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan Kamtibmas saat momentum May Day.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah objek vital dan lokasi strategis, seperti perkantoran, gedung DPRD, pasar, pusat perbelanjaan, pelabuhan hingga bandara. Agar memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.

“Kami berharap seluruh personel siap menjalankan tugas di lapangan dengan maksimal,” ungkap Resky, Selasa (28/4) di sela latihan tersebut.

Di Seruyan, jajaran Satsamapta Polres setempat juga memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi potensi dinamika keamanan menjelang May Day.Salah satunya   dengan menggelar latihan peningkatan kemampuan Dalmas di halaman Mako Polres Seruyan, Selasa (28/4).

Kapolres Seruyan melalui Kasi Humas Aipda Ronny menyampaikan, latihan ini menjadi bentuk antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas yang dapat muncul menjelang momentum Mayday.

“Personel yang dilibatkan merupakan gabungan fungsi Bin dan Ops yang tergabung dalam satuan Dalmas, terdiri dari peleton Dalmas awal serta tim negosiator,” pungkasnya.

Ronny menambahkan, dalam pembinaan tersebut, para personel juga dibekali pemahaman regulasi kepolisian yang menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Di antaranya Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa, Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, serta Protap Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarki.(daq/sir/rdw/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#presiden ri prabowo subianto #polda kalteng #hari buruh #may day #massa