Ajang Kumpul Peternak, Berhadiah Uang dan Kambing
Puluhan ekor kambing berkualitas terbaik diikutkan kontes yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Sematu Jaya, Sabtu (18/4). Ada empat kategori yang dilombakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 21 wilayah kecamatan, yang menjadi sentra ternak kambing di Kabupaten Lamandau itu.
------------------------------
Hewan-hewan ternak itu nampak tampil gagah, berbulu indah, serta memiliki tanduk yang menawan. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga pengunjung yang hadir menyaksikan.
Ada sebanyak 44 peserta ambil bagian dalam kontes Kambing yang pertama kali digelar di Kecamatan Sematu Jaya itu. Hewan-hewan itu berkompetisi dalam empat kategori, yakni Jawa Randu jantan, Jawa Randu betina, Peranakan Etawa (PE) jantan, dan Boer jantan.
“Berangkat dari hasil survei saya di lapangan, ternyata masyarakat tidak hanya memelihara kambing untuk kebutuhan daging saja, tetapi juga memiliki kambing pejantan unggul yang layak untuk dikonteskan,” ujar Camat Sematu Jaya, Purwanto.
Digelarnya Kontes Kambing ini juga dilatarbelakangi oleh banyaknya peternak kambing di wilayahnya. Ia menilai potensi tersebut perlu difasilitasi agar dapat berkembang lebih baik.
Bahkan lanjut Purwanto, di Kecamatan Sematu Jaya telah terbentuk komunitas peternak kambing. Saat rencana kontes ini disampaikan, para peternak dan komunitas tersebut antusias menyambut, dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.
Kontes Kambing ini lanjutnya, memperebutkan total hadiah sebesar Rp11 juta serta doorprize berupa satu ekor kambing. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarpeternak.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah pertemuan para peternak kambing untuk saling bertukar ilmu serta pengalaman beternah,” tambah Purwanto.
Ke depan, pihak kecamatan berharap peningkatan populasi ternak kambing dapat mendorong Kabupaten Lamandau memiliki pasar ternak sendiri, guna memenuhi kebutuhan hewan ternak di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sementara itu, dalam penilaian kontes, juri memperhatikan sejumlah kriteria. Di antaranya bentuk kepala, telinga, leher dan gelambir, kualitas bulu, tanduk, pola warna, kaki, ekor, postur tubuh, hingga alat reproduksi dan keserasian. Berat badan kambing juga menjadi salah satu faktor penentu.
Baca Juga: Ikut Kontes, Kucing dari Sampit Layak ke Level Nasional
Sementara itu, anggota DPRD Lamandau, Bashar, menyampaikan apresiasinya atas Kontes Kambing tersebut. Wakil rakyat yang juga memiliki usaha peternakan kambing itu menilai, Kabupaten Lamandau sangat potensial menjadi sentra peternakan kambing.
“Pakan di daerah kita masih mudah didapat, termasuk konsentrat seperti bungkil sawit yang harganya relatif murah. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk beternak,” imbuhnya.
Namun demikian, Bashar mengakui masih ada kendala yang dihadapi, yakni harga kambing yang relatif mahal akibat populasi yang masih rendah, serta tingginya biaya pengiriman dari luar daerah.
“Kalau semakin banyak masyarakat yang beternak, populasi meningkat, maka harga kambing di pasaran diharapkan bisa lebih terjangkau,” pungkasnya. (mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama