Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berkat Perjuangannya Membuka Jalan ke Pantai Wisata. Nama Pria Ini Diabadikan Jadi Nama Jalan dan Pantai di Sukamara

Fauziannur • Jumat, 20 Maret 2026 | 07:00 WIB

BERJASA: Firdaus (50), namanya diabadaikan jadi nama pantai dan jalan di Jelai.
BERJASA: Firdaus (50), namanya diabadaikan jadi nama pantai dan jalan di Jelai.

SUKAMARA,radarsampit.jawapos.com- Firdaus (50), salah seorang warga Kelurahan Kuala Jelai, Kecamatan Jelai, tak menyangka jalan kecil yang dibuatnya akan memberi manfaat bagi kampungnya. Akses jalan dan kawasan wisata pantai itu terbuka berkat ketekunannya, sehingga nama jalan dan lokasi wisata itu diabadikan dengan namanya.

Di tengah kesibukan sehari-hari sebagai penggali kubur, Firdaus—lebih akrab disapa Daud—juga memikul tanggung jawab sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di desanya. Namun, dedikasi dan kepedulian Firdaus tidak berhenti di situ. Lewat langkah sederhana, ia berhasil membuka jalan setapak yang kini menjadi akses menuju sebuah pantai alami yang memikat.

Semua bermula ketika cobaan datang silih berganti. Pekerjaan sepi, sementara sang istri, Fatimah, tengah terbaring sakit. Kecemasan dan kebosanan menghantui Firdaus. “Waktu itu saya pusing, tidak ada kerjaan. Istri lagi sakit. Daripada diam saja, saya mulai membabat semak belukar untuk membuka jalan ke kuburan dan pantai,” ujarnya mengenang.

Jalan menuju kuburan kala itu sangat sulit dilalui. Rawa, becek, dan licin saat hujan membuat akses menjadi tantangan tersendiri. Firdaus pun menyadari bahwa membabat semak saja tidak cukup; ia memerlukan material tambahan untuk menimbun jalan agar lebih nyaman dilalui.

Dengan tabungan seadanya, ia mengeluarkan sekitar Rp500 ribu untuk ongkos angkut pasir yang berasal dari sisa pembangunan Puskesmas Jelai. Pasir itu diangkut menggunakan tosa milik seorang teman, sementara pekerjaan lainnya ia lakukan sendiri. “Habis sekitar Rp500 ribu buat ongkos angkut pasir. Selebihnya tenaga saya sendiri. Karena sudah tanggung, tinggal sedikit lagi tembus ke arah pantai, sekalian saja saya buka,” katanya.

Tak disangka, jalan yang awalnya ia buka untuk mempermudah akses ke kuburan itu justru tembus ke hamparan pantai yang masih alami dan indah. Warga pun mulai berdatangan, dan perlahan lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi wisata di desa.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Firdaus, warga menamai jalan dan pantai itu dengan nama Firdaus-Fatimah. Bagi Firdaus, jalan ini bukan sekadar akses menuju kuburan atau pantai, tetapi simbol ikhtiar, ketekunan, dan cinta kepada kampung halaman. (fzr/yit)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#nama jalan #kuala jelai #firdaus #fatimah #Kabupaten Sukamara